Sabtu, 12 Desember 2015

Manusia dan Cinta Kasih, C. Hubungan Manusia dengan Cinta Kasih


MANUSIA DAN CINTA KASIH

C. HUBUNGAN MANUSIA DENGAN CINTA KASIH

Hubungan antara cinta dengan dengan manusia sangat dimensional. Karna tanpa cinta manusai tidak akan lahir ke bumi. Manusia menjalankan cinta sebagai kholifah dari Tuhan pengantar hidup sejahter. Cinta kasih pada hakikatnya rtidak bia dipisahkan dan saling berkaitan. Cinta juga tidak boleh berlebihan, karena akan menimbulkan efek kesedihan atau lain hal yang tak terduga. Contohnya orang yang pacaran lalu real melakukan banyak hal, sehingga akhirnya saat tertentu dan tak terduga mereka bertengkar laku salah satu diantaranta mengalami sedih teramat dalam dan pada akhirnya membenci. Karena cinta yang berlebihan seharusnya kita tunjukan kepada Sang Pencipta, karena tanpa-Nya kita tidak akan mengerti apa arti cinta. Bukan hanya sekedar mencintai hal yang ciptakan tapi juga kepada-Nya yang menciptakan. Karna dengan mencintai-Nya sama saja kita telah berterima kasih atas rahmat kehidupan, kesejahteraan, serta keharmonisan dalam hidup.  

Manusia adalah mahluk sosial, tidak dapat hidup sendiri yang artinya manusia tidak bisa hidup tanpa ada bantuan orang lain. Bayangkan jika anda sebagaian manusai hidup indivualisme atau penyendiri. Mungkin dunia ini akan terasa membosankan, terjadi banyaknya kericuhan akibat dari individualism tersebut. Karena mereka menganggap ini hidupnya sendiri dan tidak mau mengalah satu sama lain. Dengan adanya individualism bisa bayangkan oleh para pemuda atau remaja semua akan terasa sepi, tidak ada membuat remaja berpola berkembang dalam hal apapun, nongkrong, atau sekedar jalan-jalan bersama kawan-kawan untuk menambah wawasan atau bermain saja. Manusia yang individualisme biasanya dijauhi dari kalangan masyarakat, karena baisanya juga meraka menjauhkan diri dari masyarakat dengan pola pikir mereka mampu. Individualisme berarti tidak mementingkan kebersamaan maka juga memunculkan masalah-masalah sepele yang berujung besar. Misalnya, si A tidak bisa terima saat C, D, E dan yang lain membuat untuk pengumpulan uang iuran kebersihan lingkungan, lalu si A melakukan berbagai cara agar dirinya tetap tidak dimintai sumbangan.

Makna cinta dan kasih yaitu sama semua menghasilkan makna yang tiada batas. Cinta dan kasih adalah sesuatu yang sangat berkesan bagi semua manusia. Cinta adalah kekuatan manusia yang paling tinggi oleh karena itu semua orang memiliki cinta. Selain itu cinta juga menjadikan sumber kekuatan, kita tidak akan dapat mewujudkan setiap impian kita tanpa cinta. Selain itu cinta juga memberikan dorongan dan motivasi terhaadap diri seseorang. Untuk menghasilkan sesuatu yang diinginkan dapat tercapai dengan indah. Arti kasih adalah perasaan sayang atau cinta kepada atau sangat menaruh belas kasian sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan  sebagai perasaan suka atau sayang kepada seseorang yang disertai dengan belas kasiha. Banyak orang yang memaknai cinta itu kepada pasangannya dan sedangkan kasih itu iberikan kepada ibu, bapak, saudara, sepupu, adik, kakak, dan sanak keluarga atau orang sekitar. Walau sejauh ini terasa berbeda antara cinta dan kasih, tetapi makna yang sesungguhnya adalah sama-sama memiliki rasa sayang terhadap seseorang.

Hubungan cinta kasih dengan Ilmu Budaya Dasar ada, yaitu hubungan yang berupa pendidikan sikap yang diajarkan dengan Ilmu Budaya Dasar untuk menghadapi permasalahan-permasalahan dengan penuh cinta dan kasih sayang seperti penjelasan mengenai cinta kasih.wujud cinta kasih itu berupa makhluk hidup kepada sesamanya terbagi atas tiga. Pertama, cinta philiia yakni  seperti cinta kepada saudara, teman, orang tua dan lain-lain. Kedua, cinta eros yakni cinta yang menegakkan aspek ragawi (erotis). Ketiga, cinta amor cinta yang menekankan kearah psikis atau penekanannya kearah psikis. Bentuk wujud cinta kasih manusia dengan pencipta-Nya disebut pengabdian, kesetiaan, ketaatan dan sebagaimana keterkaitan manusia atau mahluk dengan Tuhannya masing-masing.

Unsur cinta adalah keterkaitan, keintiman, dan kemesraan. Cinta kasih manusia kepada dirinya sendiri terwujud dalam bentuk menjaga dirinya sendiri. Unsur-unsur yang terdapat didalam cinta adalah simpati seperti “kenal, pengertian, perhatian, dan emosi seperti pengorbanan, tanggung jawab dan saling menghormati”. Cinta kasih terjadi apabila perasaan simpati antara dua subjek atau dua insane saling mengisi dan melengkapi. Sehingga terjadilah dinamika yang dinamakan dinamika cinta. Setiap mahluk hidup bukan hanya manusia yang paling sempurna saja yang paling memerlukan cinta, tetapu semua insane mahluk hidup di muka bumi memerlukan cinta. Tanpa kita sadari dalam diri manusia terdapat cinta kasih. Emosi yang kita miliki itu terlahir dari dua subjek secara sengaja ataupun tidak sengaja.

Karena iulah manusia dan cinta kasih sangat sekali dibutuhkan. Karena dengan itu akan menciptakan keselarasan dalam hidup. Agar suasana lingkungan sekitar kita tinggal terasa nyaman dan menimbulkan kehidupan rukun serta damai tanpa adanya erseteruan anatara dua orang atau lebih dari berbagai ras ataupun permasalahan. Cinta kasih kepada manusia itu dapat terjadi pada banyak contohnya,  seorang umat menjalankan syariat keagamaannya seperti mengabdi kepada Sang Pencipta, seorang ibu yang mencintai anak-anaknya, ataupun seorang suami yang mencintai istrinya. Dalam kehidupan sosial juga tidak lepas dari cinta dan kasih misalnya cinta kasih anatara manusia, seperti contoh seorang sahabat selalu menemani lalu muncul perasaan simpati atau empati karena timbulnya cinta kasih antara sesama manusia. Manusia tanpa cinta kasih seperti layaknya hidup tanpa perasaan. Dengan cinta kasih mereka dapat meluangkan apa yang ada di dalam hatinya lalu ia curahkan untuk kebaikan serta kedamaian.

Dalam bukunya Seni Mencintai, Erich Fromm menyebutkan bahwa cinta itu terutama adalah memberikan bukan menerima. Cinta selalu menyatakan unsur-unsur dasar tertentu dalam kehidupan. Tanggung jawab merupakan tindakan yang benar-benar berdasarkan atas suka rela, oleh karena itu tanggung awab merupakan penyelenggaraan bukti fisik. Perhatian, merupakan suatu perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan pribadi orang lain, terutama agar mau membuka dirinya, memperhatikan sebagaimana adanya. Pengenalan juga merupakan unsur dalam cinta kasih yang artinya merupakan keinginan untuk mengetahui rahasia manusia. Dengan unsur-unsur tersebut menjadikan kita lebih memiliki rasa sah dalam memiliki cinta dan kasih. Tidak mungkin cinta tidak ada unsur-unsur diatas. Misalnya tidak mungkin seseorang mincintai tanpa perhatian tertentu.

Kita ambil contoh dari cinta kasih antara manusia terhadap lingkungan. Cinta kasih mausia terhadap lingkungannya, apabila seseorang  menciptakan taman yang indah dihalamannya, tidak menebang kayu di hutan seenaknya, tidak berburu hewan sehingga hampir punah atau sengaja dipunahkan. Maka dapat dikatakan bahwa manusia atau orang tersebut memiliki cinta kasih atau menyayangi lingkungan hidupnya. Dan ia tidak akan bisa merasa nyaman dengan lingkungan sekitar yang kotor. Karena menurutnya kebersihan adalah sebagian dari cermin diri dan sebagian dari imannya. Selain itu juga ia tidak mudah akan terkena penyakit. Karena dengan menjaga lingkungan sekitar akan mengurangi target terserang penyakit.

Kamis, 03 Desember 2015

Manusia dan Cinta Kasih , B Pengaruh Deklarasi Kemaknaan Cinta Terhadap Kehidupan Manusia




MANUSIA DAN CINTA KASIH

B. PENGARUH DEKLARASI KEMAKNAAN CINTA TERHADAP KEHIDUPAN MANUSIA

Sebab cinta adalah kata lain dari memberi, memperhatikan,menimbulkan dan merawat. Itu berat untuk dijalankan, pekerjaan cinta itu siklus yang sulit. Berat karena pekerjaan yang harus dikerjakan secara ikhlas, dalam waktu lama. Sebab pekerjaan berat dalam waktu begitu lama hanya dapat dilakukan oleh seorang yang memiliki kepribadian tangguh dan kuat. Maka seseorang sudah seharusnya berhati hati dalam cinta, dalam berkatab “Aku mencintai mu” kepada siapapun, sekalipun ia benar-benar mencintainya. Karena itu adalah satu keputusan yang besar. Ada taruhan soal hati dan kepribadian diantaranya. “Aku mencintai mu,” adalah ungkapan lain dari, “aku ingin memberi mu sesuatu, bersama mu, melayani mu, untuk kebahagiaan serta kesedihan yang akan terjadi nantinya. Untuk melengkapi dalam ketidak lengkapan”. Lalu aku akan merawat dengan seganap kasih sayangku, proses pertumbuhan diantara kisa atas karna cinta.

“Aku juga akan melindungi dirimu dari segala sesuatu yang dapat merusak dirimu dan proses pertumbuhan itu”. Taruhannya adalah kepercayaan orang yang kita cintai sendiri terhadap apa yang selama ini kita percayai. Jika kamu mengatakan  kepada seseorang, “Aku Mencintaimu,” kamu harus membuktikan ucapan itu. Itu deklarasi jiwa bukan saja tentang rasa suka dan tertarikan terhadapnya, tapi tentang kesiapan dan kemampuan melakukan memberikan, kesiapan dan kemampuan berkorban, kesiapan dan kemampuan melakukan pekerjaan-pekerjaan cinta seperti, memperhatikan, menumbukan, merawat, dan melindungi. Sekali deklarasi cinta tidak itu terbukti, kepercayaan hilang lenyap sudah. Tidak ada cinta tanpa kepercayaan. Mengapa cintah butuh waktu, butuh pengorbanan serta yang lain?. Karna cinta bukan sekedar hal “Aku mencitaimu” saja. Begitulah bersama waktu suami atau istri kehilangan kepercayaan kepada pasangannya. Sikap, perilaku, dan perbuatan nyata disertai tanggung jawab yang penuh pengabdian dan pengorbanan.

Perasaaan cinta kasih sayang tanpa tanggung jawab dan pengabdian serta pengorbanan adalah kepalsuan yang penuh dengan kebencian. Karna kehilangan kepercayaan dari seseorang yang telah berani mengungkapan perasaan cintanya itu sama saja terbunuh oleh api besi paling panas. Jalan hidup kita biasanya tidak lurus terus. Tidak juga seterusnya pedakian. Atau bahkan penuruan. Karena itu konteks dimana pekerjaan-pekerjaan cinta dilakukan tidak selalu secara emosional. Tapi disitulah tantangannya untuk membuktikan ketulusan ditengah situasi yang sulit. Disitulah konsistensi yang sulit, jauh lebih bisa mebuktikannya dalam situasi yang longgar.

Mereka yang dicintai dengan cara seperti itu biasanya merasakan bahawa hati dan jiwanya penuih kedamaian cinta. Bahagia sebahagia-bahagianya. Puas sepuas-puasnya. Sampai tak ada tempat lagi yang lain untuk mengenal yang lain. Bahkan akan lupa oleh apapun yang terjadi disekitarnya. Itulah cinta membuat keterbelakangan dan gila ketidak damaian. Kasih sayang juga merupakan bagian dalam mencitai, misalnya kasih sayang pri dan wanita yang merupakan titik awalan terjadinya keluarga sebagai unit masyarakat terkecil dan berkembang baik umat manusia dimuka bumi. Kasih sayang pria dan wanita yang sudah dewasa (akal balig) merupakan kodrat yang dapat dipungkiri karna akan melanjutkan jengjang pemerluasan kepada lanjutan kekeluargaan. Atas dasar kasih sayang timbul perpaduan hidup pria dan wanita dalam bentuk harmonis yang diakui dan dihargai oleh agama, hukum, dan masyarakat.

 Kasih sayang yang tulus satu sama lain dalam ikatan perkawinan harmonis dilandasi oleh perasaan sayang dan kemersan akan menjadi kunci kebahagian keluarga. Keluarga akan tumbuh berkembang sempurna menuju keluarga sakinah mawaddah warahma. Dalam kisah sayang pria dan wanita, keduanya dituntut tanggung jawab. Pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengetian, dan keterbukaan, sehingga keduanya sebagai suami istri merupakan kesatuan yang utuh. Deklarasi cinta terjadi atas sumber dari “unsur rasa” dalam diri manusia,ungkapan perasaan yang diberikan oleh akal, dan direalisasikan oleh karsa dalam bentuk tingkah laku dan perbuatan yang tanggung jawab. Rasa mencintai yang lengkap dengan tanggung jawab menciptakan keserasian, seimbangan dan kedamaian antara sesame manusia,antara manusia dan alam lingkungan serta antara manusia dan Tuhan. Jika demikian halnya, bagaimana rumusan konsep “Mencintai” dalam bentuk untaian kata-kata?.

Karna mencintai merupakan untain yang berasal dari rasa kasih sayang yang merupakan kata majemuk paduan dari 2hal (dua) istilah “kasih” dan “sayang”  yang satu sama lain ada kesamaan makna walaupun bentuk katanya berdeda. Tetapi jika disatukasn akan menjadi kata yang artinya berbobot sesuai yang dijelaskan diatas. Menurut arti kata “Mencintai” adalah perasaan ingin memiliki pengabdian dan pengorbanan. Dalam rumusan tersebut dapat uraikan 5 (lima) unsur deklarasi cinta, yaitu perasaan  sayang yanf meliputi cinta, senanga, suka, dan kasih. Kepada sesuatu, yaitu objek yang disayangi meliputi Tuhan sang pencipta, manusia dan alam lingkungan. Diungkapan secara nyata, yaitu dalam bentuk sikap, tingkah laku dan perbuatan nyata yang dapat diamati. Penuh tanggung jawab, yaitu segala akibat yang timbul atau adalah baik, berguna, menguntukan, menciptakan keserasian, seimbangan dan kebahagian. Serta pengabdian dan pengorbanan, yaitu segala keikhlasan atau kerelaan semata-mata, beban pengeluaran maupun perbuatan tindakan memperolah pengembalian atau imbalan.

Deklarasi cinta bukan hanya untuk orang satu keorangan satu lainnya. Melainkan bisa dari aspek kehidupan, misalnya manusia dengan tuhan, yang lebih spesifikasi. Misalnya kepada orang tua, kepada Sang Pencipta, kepada kekasih dan lain-lain. Macam-macam cinta menurut ERICH FROMM (1983 : 54) dalam bukunya seni mencintai mengemukankan tentang adanya berbagai macam-cinta yaitu. Pertama Cinta Diri Sendiri, secara alami manusia mencintai dirinya sendiri (self love) sdan banyak orang yang menafsirkan cinta diri sendiri didenntikan dengan egoistis. Jika demikian cinta diri sendiri ini bernilai negatif. Namuan apabila diartikan cinta diri sendiri adalah mengurus dirinya, sehingga kebutuhan jasmani dan rohani terpenuhi seimbang ini bernilai positif. Dengan demikian cinta terhadap dirinya tidak harus dihalangi tetapi harus seimbang dengan cinta kepada orang lain untuk berbuat baik. Kedua cinta sesama manusia atau persaudaraan adalah cinta kepada sesama manusia.

 Perbuatan dan perlakuan yang baik kepada sesama manusia bukan berarti karena seseorang itu membela, menyetujui, mendukung dan berguna, bagi dirinya, melainkan datang dari hati nuraninya yang ikhlas disertai tujuan yang mulai motivasi perbuatan dan perlakuan dan perlakuan seseorang mencintai sesama manusia itu disebabkan karena pada dasarnya manusia tidak dapat hidup sendiri (manusia sebagai mahluk sosial) dan sudah merupakan kewajiban. Ketiga, cinta erotis adalah cinta yang erat dorongannya dengamn dorongan seksual (sifat membiraihkan) ini merupakan sifat ekslusif (khusus) yang bisa memperdayakan cinta sebenarnya. Hal itu dikarenakan cinbta dan nafsu tersebut letaknya tidak berbeda jauh. Di sisi lain cinta erotis jika disadari dengan cinta ideal, kasih sayang, keserasian maka berfungsi dalam melestarikan keturunan dalam ikatan yang sah yaitu pernikahan. Sebaliknya, tidak didasari kasih sayang yaitu nafsu yang membutakan akal pikiran sehingga yang ada hanya nafsu birahi didalamnya akan timbul rasa ketidak puasan biasanya berakhir dengan sebuah perceraian bahkan akan mungkin timbul juga perselingkuhan atau ke tempat pelacuran yang didalamnya tidak mungkin akan timbul rasa kasih sayang. Yang memungkinkan hanya ada rasa nafsu birahi saja, nafsu yang dilakukan secara seksual atau hubungan badan yang nantinya dibayar dengan uang. Lalu keempat cinta ke-Ibuaan, adalah cinta atau kasih sayang ibu yang bersumber asli dari ibu, yang paling asli dan yang terdapat pada diri seorang ibu terhadap anaknya sendiri.

 Ibu dan anak terjalin suatu ikatan yang disebut fisiologi. Seorang ibu akan memelihara anaknya dengan sangat hati-hati dengan penuh naluri kasih sayang alami seorang ibu. Justru pada kalangan ahli ilmu jiwa, jiwa alami bapak itu bukan termasuk faktor fisiologis untuk anak, melainkan adalah psikis. Dan yang terakhir adalah cinta terhadap Allah, cinta yang merupakan puncak cinta manusia. Yang paling jernih, hanya untuk dan diperuntuk untuk Nya. Spiritual yanf dapat memberikan tingkat perasaan kasih sayang yang luhur, khususnya perasaan simpatik dan sosial. Cinta yang ikhlas seorang manusia kepada Sang Penciptanya akan membuat cinta menjadi kekuatan pendorong yang mengarahkan dalam hidup dan menundukan semua bentuk cinta yang lain. Cinta manusia kepada Sang Pencipta tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia karena manusia adalah mahluk ciptaan-Nya yang sengaja diciptakan paling sempurna.

Sebagai mahluk yang paling sempurna, sudah wajar jika seharusnya manusia bersyukur atas nikmat serta kuasa yang telah diperuntukan Sang Pencipta oleh dirinya. Sehingga manusia wajibmengabdi, menyembah, dan memuja Sang Pencipta. Pengabdian, penyembahan, dan pemujaan menjadi salah satu wujud kasih sayang manusia kepada Sang Pencipta. Dalam cinta nya kepada Sang Pencipta biasanya mahluk yang ditinggikan derajatnya atau manusia ini memiliki nilai kepasrahan serta keikhlasan berserah diri bahwasanya mereka sangat bersyukur dan berterimakasih telah dijadikan mahluk yang paling sempurna diatas muka bumi. Dan dari stulah kita sebagai mahluk yang mengetahui juga harus menyadari untuk selalu mengabdi dan bertaqwa.

Minggu, 29 November 2015

Manusia dan Cinta Kasih , A. Hubungan Ungkapan Kasih Sayang dan Cinta

       MANUSIA DAN CINTA KASIH

A.   HUBUNGAN UNGKAPAN KASIH SAYANG DAN CINTA

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, Balai Pusaka, 1996), Cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau rasa sayang (kepada), ataupun rasa sangat kasih atau sangat tetarik hatinya. Sedangkan kata kasih, artinya perasaan sayang atau cinta (kepada) atau menaruh belas kasihan. Oleh karena itu, cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan. Walapun pada dasarnya manusia memliki cinta kasih yang melebih dari pada binatang, tetapi tidak semuanya manusia dapat memberikan cinta kasih yang sama banyaknya. Agar dapat memahami cinbta kasih secara mendalam. Dalam membina gerakan cinta, yang pertama-tama perlu cepat didasari adalah bahwa yang disebut cinta sama sekali bukan nafsu. Pertanyaan tersebut sangat penting khusunya bagi remaja yang tingakh nafsu seksualnya sedang bergejolak, biasanya akan sulit membedakan antar cinta dan nafsu karena kedua hal itu memang sangat berdekatan. Akhirnya akan bermuara dalam perkawinan yang mau tidak mau membawanya pda hubungan seksual.

Pengertian tentang cinta dikemukan juga oleh Dr.Sarlito W.Sarwono dalam majalah sarinah dengan artikel yang berjudul SEGITIGA CINTA. BUKAN CINTA SEGITIGA. Dikatakannya bahwa cinta ideal memiliki tiga unsur, yaitu ketetarikan , keintiman, dan kemersaan. Yang dimaksud dengan keterikatan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala perioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia. Kalau janji dengan dia harus tepat waktu, atau ada uamg sedikit oleh-oleh hanya untuk dia. Keintiman, yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukan bahwa antara Anda dan dia sudah tidak ada jarak lagi sehingga panggilan-panggilan formal seperti Bapak, Ibu, Saudara digantikan dengan sekedarnya memanggil nama atau sebutan, seperti sayang. Makan-minum dari satu piring-cangkir tanpa rasa risi, pinjam-meminjam baju, saling memakai uang tanpa rasa berutang, tidak saling menyimpan rahasia, dan lain-lainnya. Kemesraan, yaitu adanya membelai atau dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak ketemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapan rasa sayang, saling cium, merangkul, dan sabagainya.


A.   HUBUNGAN UNGKAPAN KASIH SAYANG DAN CINTA

Kasih sayang merupakan  konsep yang mengandung arti psikologi yang dalam, agak sulit didenfinsikan dengan untaian kata-kata. Mungkin baru dipahami makna yang jelas apabila konsep tersebut sudah diwujudkan dalam bentuk sikap, tingkah laku, dan perbuatuan manusia terhadap manusia lainnya, Dengan unsur-unsur budaya itu, manusia menilai, merasakan dan menghendaki kasih sayang dalam hidup. Apabila kasih sayang itu tidak atau tidak lagi dibutuhkan sulit diciptakan kedamain diantara manusia, justru kebencian yang merajalela. Kasih sayang bersumber dari  “unsur rasa” dalam diri manusia,ungkapan perasaaan yang diberikan oleh akal,dan realisasikan oleh karsa dalam bentuk tingkah laku dan perbuatan yang bertanggung jawab. Kasih sayang yang dilengkapi dalam tanggung jawab menciptkan keserasian, keseimbangan, dan kedamainan antara sesame manusia, antar manusia dan alam lingkungan, serta antara manusia dan tuhan. Berdasarkan konsep tersebut, kasih sayang dalam arti “perasaan sayang” kepada suatu dapat diartikan:

A.     Cinta kepada Tuhan atau manusia
B.     Seneng atau suka pada alam lingkungan
C.     Belas kasih kepada mahluk tuhan(manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan)

Hubungan kasih sayang terjadi anatara manusia dan manusia,antara manusi dan alam lingkungan, serta antara manusia dan tuhan. Hubungan kasih sayang antara manusia dan manusia digolongkan lagi menjadi kasih sayang orang tua dan kasih anak, kasih sayang pria dengan wanita, dari kasih sayang sesama manusia. Kasih sayang orang tua dengan anak misalnya antara orang tua dan anak terhadap hubungan keluarga yang sangat erat. Hubungan tersebut menjadi dasar timbulnya hubungan kasih sayang antara orang tua orang tua dan anak. Orang tua mempunyai rasa sayang mendalam kepada anak sebagai penerus generasi penerus bangsa. Sedangkan akan berhak memperoleh kasih sayang secara wajar dari orang tua. Orang tua berkewajiban memberi nafkah kepada anak, memelihara dan mendidik anak, serta mengarahkan anak agar mulai menghayati nilai-nilai kehidupan mulai dari lingkungan keluarga hingga lingkungan masyarakat. Orang tua selalu memperhatikan dan mengikuti perkembangan anak sampai dia menjadi dewasa, memenuhi kebutuhan secara wajar.
Kasih sayang pria dengan wanita adalah setelah pria dan wanita mengijak dewasa, wajarlah apabila mereka sama-sama mencari pasangan hidup masing-masing karena perkawinan itu merupakan kebutuhan bagi setiap manusia. Bagi pria maupun wanita yang sudah dewasa saling mencari jodoh menurut kemapuan masing-masing. Dengan criteria masing-masing. Misalnya seorang laki-laki yang sudah dewasa lalu mengarikan seorang wanita dewasa untuk menikah dan menjalani kehidupan bersama. Kasih sayang yang mulai bersemi dihati wanita tersebut yang penuh dengan harapan, menjadi titik awal menuju hari esok yang bahagia. Sedangkan kasih sayang pria dengan wanita tanpa diikuti tanggung jawab, tidak lebih dari cinta palsu yang membangkitkan kebencian. Karna seorang laiki-laki akan menjadi pemimpin dalam keluarga yang sakinah, mawadah, dan warrahmah.
Kasih sayang terhadap lingkungan, misalnya.Seorang menciptkan taman bunga yang indah, dipelihara dan dirawat dengan teliti dan hati-hati. Dirawat sepunuh hati sehingga bunga itu tumbuh dengan indah. Maka secara tidak langsung orang pencinta tanaman bungan tersebut menaruh kasih sayang  yang didasari dari perasaaan senang pada alam lingkungan yang indah. Disamping taman bungannya itu, dibuat sebuah kolam kecil yang ditanami dengan teratai yang sangat indah dan menarik, seoleh menantang orang lalu lalang sambil berkata “lihat kami yang tumbuh bebas dan indah ini dengan perasaan senang disini”. Semoga anda yang melihat kami bergegas untuk melakukan hal yang sama demi kebaikan bersama. Jika melihat alam lingkungan yang tidak tertata atau tidak teratur maka hanya nafsu serakah manusia. Lalu masih adakah kasih sayang selain kebencian?

Kasih sayang manusia kepada Tuhan. Seorang yang taat beribadah akan mematuhi perintah Tuhan dan menjauhi larangan-Nya. Dimana diadakanya secara pengajian,disitu dia hadir. Dimana ada ceramah agama, disitu dia aktif berdialog. Orang taat beragama ini menaruh kasih sayang yang didasari pengabdian kepada Tuhan Sang Pencipta. Karena manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, sudah sewajarnya manusia mengabdi  dan bersyukur kepada Tuhan-Nya. Lalu mengapa dimana-mana terjadi pengingkaran kepada Tuhan. Bahkan manusia tidak mau tahu dengan Tuhan. Padahal tuhan adalah sang pencipta yang mengusai dan dapat berkehendak apa saja. Sudah sepatuhnya kita sebagai umat untuk menaati perintah-Nya sesusai ajaran agama masing-masing.

Lalu apa hubungan ungkapan kasih sayang dalam cinta yang sebenarnya?. Orang yang dalam dirinya terkait dengan kasih sayang, kehidupannya peniuh gairah, banyak inisiatif, dan selalu kreatif. Bagi seniman misalnya, kasih sayang dituangkan dalam bentuk karya cipta, sehingga dapat kemanusiaan yang terungkap dalam karya cipta. Kasih sayang tidak dapat diabaikan dalam kehidupan manusia. Tanpa kasih sayang kehidupan itu menjadi gersang. Kasih sayang ikut menentukan perkembangan kepribadian dan cara berpikir seseorang. Membangkitkan gairah hidup dan daya kreatif untuk kebahagiaan manusia.

Jika itu yang terjadi, maka cara untuk mengetahui bentuk-bentuk kasih sayang adalah. Bentuk kasih sayang dapat diungkapan dalam bentuk kata-kata atau pertanyaan, bentuk tulisan, bentuk gerakan, atau media lainnya, seperti. Bentuk kata atau pertanyaan. Bentuk tulisan, telegram. Bentuk gerakan seperti gerakan badan dan bentuk media. Dalam kehidupan manusia, apabila ungkapan kasih sayang memudar atau bahkan menghilang dari lubuk hati, serta nilai-nilai kemanusiaan diinjak-injak. Lihat saja banyak contoh yang terjadi dalam kehidupan masyarakat, seperti yang diungkapan dalam pemberitaan media massa: pelanggaran hak asasi manusia, perkosaan terhadap wanita, diskriminasikan rasial dan agama, terror dan pengeboman manusia, ataupun perang dan pemberotakan tiada hentinya.

Ini menunjukan pengorbanan yang tiada tara bagi manusia beradab di abad modern ini. Inikah perbuataan manusia berbudaya yang dibekali dengan perasaan ungkapan kasih sayang sesama manusia oleh Sang Pencipta?. Manusia itu sendiri yang bisa menjawab dan mengetahui jawabannya. Jawabannya bisa kearah yang negatif ataupun arah positif. Misalanya pengorbanan yang dilakukan semata-mata untuk perbuatan dalm mencintai yang sebaik-baiknya. Atau seseorang yang mencintai karna terpaksa. Maka seharusnya mahluk  ciptaannya yang paling sempurna hal yang sebenarnya.

Kasih sayang manusia kepada hewan berarti manusia akan berusaha untuk melestarikan hewan-hewan disekitarnya. Misalnya, burung-burung tetap hidup ceria pohon-pohon, ikan-ikan, disungai dan laut bebas berkembang biak dan dapat dioleh secara teratur, ataupu  binatang-binatang liar diganggu, sehingga tidak berbahaya bagi manusia. Karna dengan hal pemeliharaan tersebut maka sebagai penghuni dalam bumi akan merasakan ketenangan dan kenyamanan. Lalu dengan demikian, manusia maupun hewan dapat menikah kehidupannya masing-masing dalam suasana aman dan tentram. Taman satwa ataupun cagar alam, dapat menjaga kesegaran yang ada dialam sekitar. Apabila manusia merasa senang, suka dan sayang pada benda-benda hasil karya  manusia, manusia akan berusaha agar gedung-gedung terawatt rapi, bersih, dan segar.


Dengan demikian, manusia dapat menikmati benda-benda lingkungan dan lingkungannya sendiri,  Baik sebagai tempat bekerja yang nyaman maupun sebagai objek rekreasi. Misalnya borobudur yang megah itu selain sebagai objek rekreasi, juga sebagai sumber devisa karena dapat menarik turis begitu banyak. Museum selain tempat penyimpanan hasil karya budaya manuisa pada masa lampau juga sebagai objek ilmu pengetahuan. Dapat menjadikan misalnya generasi penerus bangsa yang gemar mengetahui museum. Sebenarnya kata atau ungkapan kasih sayang dalam cinta dapat ditemukan dalam segi. Seperti yang telah dijelaskan. Untuk itu kita sebagai pembaca yang mengerti sudah seharusnya mengerti apa arti sesungguhnya.

Sabtu, 28 November 2015

Manusia dan Kesusaastraan , C. Evolusi Sastra Dalam Nasionalisme diIndonesia

MANUSIA DAN KESUSASTRAAN
C. EVOLUSI SASTRA DALAM NASIONALISME DI INDONESIA

            Karna sastra merupakan bagian dari ciri khas yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Sastra dari tahun ketahun sangat berkembang sangat pesat,bahkan sangat beragam. Perkembangan sastra di Indonesia sangat cepat,dari yang sangat sulit di eja,dimengerti,sampai yang mudah utuk di pelajari dan di mengerti. Sastra untuk sekarang ini sangat diminati oleh orang-orang untuk dibelajari lebih dalam lagi. Bahkan mahasiswa sekarang banyak yang ingin mempelajari lebih banyak lagi macam-macam sastara utuk memperluas pengetahuan mereka. Bahkan di Indonesia seperti di pelosok-pelosok jawa masi banyak yang menggunakan bahasa yang perbeda dengan bahasa Indonesia di kota. Dari situlah sikap-sikap nasionalisme semakin kuat di Indonesia. Sastra akan selalu berkembang dari tahun dulu,sekarang,dan tahun kedepanya nanti.

         Sastra penting sekali untuk perkembangan bangsa Indonesia. Dengan  adanya sastara negri kita Indonesia menjadi negri yg sangat bermakna. Oleh karena itu kita sebagai anak muda Indonesia harus memperkembangkan sastra di negri kita Indonesia ini. Semangat nasionalisme kita harus dikobarkan sebagai orang Indonesia. Kita harus memperkembangkan bahasa sastra kita,memperluas,memperkaya sastra. Nasionalisme dalam sastra juga penting untuk sastra itu sendiri. Jadi nasionalisme dan sastra itu sangat saling melengkapi satu sama lain. Itulah arti dari nasionallisme berbeda tapi satu.

      Nasionallisme bagi kehidupan sangat bermakna bagi hidup manusia. Seringkali kita mengabaikan betapa pentingnya sastra. Banyak sekali yang melalainkan sastra,padahal sangat penting untuk memperkaya bahasa. Sastra adalah bahasa,bahasa adalah kata-kata yang sering digunakan oleg manusia. Nasionalime sikap yang penting dan harus ada di diri manusia agar hidup lebih bermakna. Hargailah sastara negri kita sendiri. Dan tingatkanlah nasional kita sebagai anak muda. Sastra sangat beragam dan kita harus melindunginya.

       Sastra di Indonesia sangatlah kental. Karena merupakan cirri kepribadian bangsa. Apresiasi sastra berarti penghargaan terhadap karya sastra yang ada. Apresiasi sastra berusaha menerima karya sastra sebagai sesuatu  yang  layak  diterima dan diakui nilai-nilai sastranya sebagai sesuatu  yang benar adanya. Penghargaan terhadap suatu karya sastra dilakukan secara 5 tahap yaitu, Tahap mengenal dan menikmati, Tahap menghargai, Tahap pemahaman, Tahap penghayatan, dan Tahap aplikasi atau penerapan. Dengandemikian, kegiatan apresias i sastra diartikan sebagai suatu  proses  mengenal,  menikmati,  memahami,  dan menghargai suatu karya sastra yang ada secara sengaja, sadar, dan kritis sehingga tumbuh pengertian dan penghargaan terhadap sastra itu sendiri. Misalnya jadi tidak ada ciri khas anak generasi bangsa yang lebih sering menggunakan bahasa kekinian dibandingkan dengan bahasa sastra Indonesia.

Semakin kompleksnya aktifitas manusia guna memenuhi kebutuhan hidup, mengakibatkan keberadaan karya sastra di hati masyarakat mulai tersisih dengan era-nya. Segala sesuatu dinilai dari segi ekonomis, menguntungkan atau tidak. Membaca karya sastra mulai dikategorikan sebagai salah satu kegiatan yang tidak produktif dan sia-sia karena hanya mebuang waktu dan tidak menghasilkan keuntungan secara ekonomi. Yang lebih parah, karya sastra hanya dianggap sebagai karya picisan.
Bila kita mengulas sejarah sastra dan perkembangannya, maka dapat dikatakan bahwa sastra berbanding dengan tradisi yang berkembang dalam masyarakat. Nilai-nilai sastra sudah ada sebelum manusia mengenal tulisan. Kebudayaan tersebut sering disebut sebagai kebiasaan "oral" atau lazim disebut sebagai foklor. Ketika manusia mulai mengenal tulisan, maka nilai-nilai tersebut ditulis ke berbagai media (dari lontar, tulang, batu pelepah, kertas, sampai media elektronik- cyber sastra).

Kini media untuk menyampaikan nilai tersebut sudah berkembang dengan pesat, tidak hanya lisan dan tulisan, melainkan sudah melalui perangkat media multi (audio-visual).
Secara definitif, film tidak dapat dikatakan sebagai suatu karya sastra karena media yang digunakan bukan berupa tulisan. Ketika kita sinkronkan dengan teori di atas, perkembangan sastra akan selalu mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat. Ketika masyarakat sudah mulai meninggalkan kebudayaan membaca dan beralih ke multi media, akankah sastra akan mengikutinya?
. Justru itu tergantung pembaawan dari media kita sebagai pengguna. Kalau istilah di dalam IT itu kita brainware. Berati sudah selayaknya kita elakukan revolusi kesastraan yang lebih baik lagi demi nama baik satu bangsa. Sebenarnya, satu masyarakat dalam sebuah bangsa adalah yang menjadi pegang utama ke mana revolusi sastra berjalan.


Ke mana sastra melangkah sesuai dengan apa  yang dilakukan. Bukan sastra yang merevolusikan dirinya atau keberadaannya dimata umum, tetapi justru kita-kita ini. Banyak hal yang justru menyisihkan apa arti sastra dalam peng-evolusiannya,mengapa?. Karena kenyataannya bukan hal yang menjadikan Astra karah lebih baik. Penulis di sini lebih mencondongkan diri untuk merubah pola fikir pribadi dan pembaca nantinya. Seandainya sastra dapat berubah dan merevolusikan dirinya ke aspek yang baik dengan sendiri setidaknya sastra dapat membela diri jika sastra itu seperti saat ini. Sekarang bahasa “gaul’ lebih identik di mata umum. Lebih “ngetrend” katanya. Memalukan tapi cara seperti apa yang seharusnya kita dapat lakukan?. Bukankah sastra merupakan bagian jati diri atau sesuatunya negara kita ini?. Karena seiring berjalannya waktu maka revolusi dinamika yang terjadi pada sastra di Indonesia juga dipengaruhi oleh hal-hal diatas, Cara sastra berevolusi bisa secara lambat ataupun cepat yang jelas pasti. karena perubahannya itu pasti seiring berjalannya waktu. Salah satu sifat sastra adalah dinamis, yang maksudnya itu selaras dan serasi mengikuti perubahan yang ada di sekelilingnya.

Jumat, 27 November 2015

Manusida dan Kesusastraan, B. Hubungan Antara Manusia dengan Sastra



MANUSIA DAN KESUSASTRAAN

    B. HUBUNGAN ANTARA MANUSIA DENGAN SASTRA

Misalnya cirri kebudayaan itu kita letakkan pada sastra dan kita kaitkan pula dengan masyarakat yag menggunakan sastra itu, maka kita dapat mengatakan bahwa nilai suatu sastra itu pada umumnya teretak pada masyarakatnya sendiri. Kesustraan itu pada dasarnya bukan saja mempunyai fungsi dalam masyarakat itu sendiri untuk  mengahadapi apa yang terjadi antara manusia dengan sastra yang ada. Kesuastraan juga mencerminkan dan menyatakan segi-segi yang kadang kuraang jelas terlihat dalam masyarakat. Maksudnya kurang jelas adalah cara mayarakat itu sendiri untuk menghadapi apa yang terjadi diantara manusia atau masyarakat dengan sastra yang ada. Hubungannya adalah karena antara manusia dengan sastra adalah suatu kebudayaan yang mencerminkan budayanya tersebut. Mengapa kita harus menganggapnya dari bagian budaya karena Sastra merupakan seni berbahasa. Yang dimaksud seni dalam seni berbahasa adalah ungkapan yang secara spontan dari perasaan yang mendalam. Sastra adalah ekspresi pikiran yang merupakan gagasan pandangan, ide, perasaan serta pemikiran dalam bahasa.

Sastra merupakan inspirasi kehidupan yang memuat perasaan kemanusiaan yang mendalam dan kebenaran moral dengan sentuhan kesucian, keluasan pandangan, dan bentuk yang mempesona. Kesuastraan sesungguhnya terkait dengan seluruh aspek kehidupan, sehingga terkaitlah judul dalam materi ini, yaiti “Hubungan Antara Manusia Dengan Sastra”. Hanya saja karena sastra memiliki pemakaran yang Nampak semu menjadikan pemaparannya menempuh rekaan imajinasi yang terlalu tinggi. Tetapi, dalam kesemuan itu, sastra merefleksikan fenomena hidup beragam dan juga mendalam, mengikuti cipta rasa karsa penulisannya. Untuk itu memang diperlukan kesiapan seperti, apresiasi, interpretasidan juga analisis. Sehingga dengan itu terwujudah jenis kesuastraan yang rekaan imajinasinya terlihat lebih jelas kaitannya dengan seluruh aspek kehidupan. Seiring berjalannya proses tersebut juga menjadikan kita untuk berekreasi dalam menciptakan karya sastra itu sendiri. Sesungguhnya jika kita lebih mendalami arti sastra dalam kehidupan, maka aan tercipta bangsa yang lebih mengenal jati diri bangsanya sendiri, yakni Indonesia. Tetapi belakangan kali ini kenyataan justru berbeda Bangsa Indonesia justru malah seperti kehilangan jati diri atau kehilangan sastranya, karena banyaknya masyarakat yang tidak perduli atau mengacuhkan nilai sastra dalam kehidupan sebagai huungan diantaranya.
Boulton (lewat Aminuddin,20/12/03) mengungkapkan bahwa karya satra menyajikan nilai-nilai keindahan serta paparan peristiwa yang mampu memberika kepuasan batin pembacanya. Di samping itu, sastra mengandung pandangan yang berhubungan dengan renungan dan kontemplasi batin, dari masalah agama, filsafat, politik, maupun masalah hidup lainnya. Kandungan makna yang kompleks, dan keindahan dalam karya sastra tergambar lewat media kebahasan atau aspek verbal. Berdasarkan uraian tersebut dpat dikemukakan bahwa karya sastra mengandung berbagai unsur yang kompleks, yaitu:
1.      Unsur keindahan
2.      Unsur kontempalif
3.      Unsur-unsur interinsik yang menandai eksistensi karya sastra
4.      Media pemaranya

Selain itu dalam sastra itu sendiri, sekarang sangat amat popular dengan “bahasa gaul”. Sebelum itu kita tahu bahwa sastra adalahbahasa yang indah dan sopan. Tetapi era kini semua orang dalam bermasyarakat lebih sering menggunakan bahasa gaul tersebut salam salah satu pembicaraannya. Jika terus berlanjut, bahasa kita akan terancam punah. Bisa kita ambil sebagai contoh akibat dari hilangnya kebudayaan sastra yaitu tawuran. Tawuyran terjadi biasanya karna hal-hal untuk pembelaan masing-masing dari kubuh itu sendiri. Terjadi karena tidak bisa saling menghargai, awalnya bercanda tetapi berakhir dengan hal yang kita tidak ininkan. Tawuran biasanya terjadi juga karena kesalahan atau konflik salahnya pembicaraan yang tidak pernah selesai, kedua belah pihak yang tidak bisa berbicara baik-baik, sopan, dan santun untuk menyelesaikan apa masalahnya. Banyak kata-kata yang tidak sepantasnya dan amarah yang tidak bisa dikendalikan keluar dari mulut mereka dan akhirnya berujung dengan terancamnya nyawa seseorang.

Peran kita untuk  menjaga bahasa satra bangsa kita bisa dengan banyak hal. Misalnya, dari pemerintah dan juga dari masyarakat itu sendiri. Pemerintah harus lebih memperkenalkan dan mempromosikan kebudayaan-kebudayaan bangsa Indonesia ke Negara-negara yang lain. Bisa lewat iklan, media televise, media radio atau media cetak atau langsung. Membuat pameran-pameran tentang kebudayaan bangsa Indonesia lebih tepanya tentang sastra yang ada di Indonesia. Lalu bisa dengan cara membuat pagelaran kebudayan dalam maupun luar negri. Membiasakan diri kepada masyarakat untuk selalu menggunakan bahasa Indonesia yang benar dalam keseharian. Mengahrgai satu sama lain karena kita sau tanah air. Dan tidak merasa malu dengan apa yang bangsa Indonesia miliki dengan cara mengikuti zaman era masa kini lalu melupakan jati diri suatu bangsa.

Karena hubungan antara manusia dengan sastra dalam bangsa Indonesia sagatlah penting. Sangat erat hubungannya dengan keseharian dalam hidup seharusnya kita malu jika kita termasuk dalam bagian masyarakat yang hanya ingin menikuti zaman tanpa mengenali bangsa kita agar mendunia. Sebenarnya sastra adalah “Sesuatunya Indonesia”. Sesuatu yang dimaksud adalah cirri yang seharusnya menjadi kebanggan tersendiri.tetapi mucullah kekinian sastra. Kekinian sastra Indonesia sendiri belum habis didedah. Andai kekinian itu dapat dimanfaatkan dalam suatu momen yang diam dan tak bergerak. Dan andai saja masa kini bukan berate dapat menjakal pada lingkaran kekinian. Kekinian menjadi proses pembelajaran pada satra makin sempit, maka makin tak terkenal atau makin terabaikan.

Maka sebenarnya, karya sastra sangat bermanfaat bagi kehidupan pribadi maupun  bermasyarakat. Karena karya satra merupakan upaya memberikan kesadaran kepada pembaca tentang kebenaran-kebenaran hidup, walaupun dilukis dalam bentuk fiksi. Karya sastra dapat memberikan kedamaian , kegembiraan, dan kepuasan batin. Karya satra juga dapat dijadikan sebagai pengalaman berkarya, karena siapapun bisa atau dapat menuangkan isi hati serta pikiran dalam sebuah tulisan yang bernilai seni dari sastra tersebut. Dengan ini, maka menjadikan masyarakat atau siapapun jadi lebih berkembang pola pemikirannya.  Mulai dari ia akan membuat seni-seni atau hal yang bersangkutan dengan karya sastra.  Lalu dapat meluaskannya dan dapat mengkritik dari luar, menerima konsep positif atau negatif yang ia sendri terima.

Setelah mengetahui apa yang dimaksud dengan karya sastra, tidak ada salahnya kita mengetahui uga tentang genre(jenis) dalam karya satra itu sendiri. Karya satra dapat digolongkan ke dalam dua kelompok, yakni karya satra imajinatif dan karya satra non imajinatif. Cirri karya satra yang imajinatif adalah karya sastra yang lebih meonjolkan sifat kyayal, megikuti syarat estetika seni dan menggunakan bahasa yang konokatif. Sedangkan cirri kaya satra imajinatif adalah karya sastra tersebu lebih banyak unsur faktanya dari pada khayalnya, lalu cenderung menggunakan bahasa denotative, dan tetap memenuhi syarat estetika seni. Jadi, pengertiannya adalah karya satra merupakan bentuk upaya manusia untuk mengungkapkan gagasan-gagasannya melalui bahasa yang lahir dari perasaa dan pemikirannya. Dari sini kita bisa realisasikan bahwa hubungan anatara manusia dengan sastra itu erat sekali hubungannya untuk keseharian dan masa depan jati diri duatu Bangsa Indonesia tepatnya.