MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
C .
STRATEGI
DALAM UPAYA MEMPERTAHANKAN KEBUDAYAAN
Mempertahankan
kebudayaan dapat dilakukan degan berbagai cara, kita sebagai penerus bangsa
seharusnya menjadi peran contoh untuk sekitar. Untuk orang yang lebih tua
bahkan adik atau orang dibawah kita. Bukan hanya sekedar mencemooh budaya yang
kota miliki dengan beranggapan bahwa berbudaya itu ketinggalan zaman. Karena
kebanyakan zaman sekarang hanya dapat memulasikan peradaban kebudayaannya.
Contohnya jika ada seorang memainkan sebuah musik tradisi di dekat kita, apa
yang kita lakukan?, kita menjadikannya bahan pembicaraan dengan yang lain
sehingga menjadi bahan tertawaan (hal tersebut lah beberapa kali diperhatikan
oleh banyak orang di sekitar lingkungan tempat tinggal). Bagaimanapun kesenian
akan punah jika tidak ada penghargaan. Alangkah baiknya jika kita lebih baik
diam daripada mencemooh dan menertawakan orang yang sedang asik berkesenian
tradisional. Atau justru seharusnya kita belajar untuk mendalami karya
tersebut.
Lalu
dengan cara mencintai untuk menimbulkan rasa ingin tahu. Maka lebih menghargai.
Mungkin kata-kata cinta terlepas dari segala hal agar untuk mendapatkan
kemajuan yang lebih baik. Tetapi menurut penulis, mencintai itu bukan berarti
hanya dengan basa-basi saja.Contoh para pembaca membaca pasti karna ingin tahu,
ingin memahami yang menimbulkan rasa cinta terhadap tanah air. Di negara kita
belakangan ini, hati masyarakat yang lebih mengutamakan kemauan dan keinginan.
Menjadikan trend bangsa asing untuk berbudaya di dalam bangsa kita. Bagaimana
tidak, bila kita melihat pertunjukan Band di tempat kita masing-masing, kita
rela berdesak-desakan. Tetapi, bila ada kesenian daerah di tempat yang sama
pasti para penonton nya bisa dihitung dengan mata telanjang. Dengan kata lain,
tidak gaul, gensi tinggi itu juga yang
jadi alasan.
Tetapi,dengan hal seperti itu justru
menjadikan masyarakat yang menghindar dari budaya. Karena antusias yang
berkurang juga jadi alasan untuk tidak mencintai budaya.
Ingatlah, orang lain tidak akan berani mencuri apa yang kita anggap berharga. Lalu kalau dari segi pengetahuan tentang kebudayaan pun kita sangat lemah, bagaimana kita mempertahankannya? Apalagi budaya sangatlah penting karna budaya merupakan cermin Negara kita. Sebagai contoh, Bila orang lain mencuri kain di jemuran di rumah kita, sedangkan kita tidak pernah mengangkat kain dari jemuran itu selama satu minggu. Dan di waktu yang akan datang dia memakai kain tersebut dan kita mengatakan itu milik kita dan dia membantah, kita hanya bisa mencibir, memaki, dan menghujat.
Ingatlah, orang lain tidak akan berani mencuri apa yang kita anggap berharga. Lalu kalau dari segi pengetahuan tentang kebudayaan pun kita sangat lemah, bagaimana kita mempertahankannya? Apalagi budaya sangatlah penting karna budaya merupakan cermin Negara kita. Sebagai contoh, Bila orang lain mencuri kain di jemuran di rumah kita, sedangkan kita tidak pernah mengangkat kain dari jemuran itu selama satu minggu. Dan di waktu yang akan datang dia memakai kain tersebut dan kita mengatakan itu milik kita dan dia membantah, kita hanya bisa mencibir, memaki, dan menghujat.
Bukankah itu hal yang tidak di
pekerjaan oleh orang yang pintar. Tetapi bila di kain tersebut kita berikan
tanda yang spesifik, dan kita mengenal betul bagaimana tandanya, si pencuri
tersebut tidak akan bisa berbuat apa-apa. Oleh karena itu, gunakan rasa ingin
tahu untuk mengenal kebudayaan bangsa kita. Tetapi rasa ingin tau tidak akan
ada kalau tidak ada rasa cinta yang mendasar. Itu sama saja seperti arti
kebudayaan kita. Sebagai prioritas atau tanda kepemilikan yang terikat. Bukan
sekedar ‘saya tahu’ tapi spesifikasinya 0 besar. Sehingga apa-apa yang terjadi
kita hanya bisa mengolok, mencibir, memaki bahkan menghujat. Pantas mereka
berani meng-klaim apa yang kita miliki karna mereka tahu bahwa kita hanya
sekedar ‘tahu’ bukan memiliki dan mencintai. Mencintai bukan hanya sekedar
pasangan atau sanak saudara tapi juga untuk bangsa.
Strategi itu lah yang bisa kita
lakukan di tahap awal agar kebudayaan kita tetap terjaga. Seandainya saja
cara-cara tersebut bisa kita tanamkan pada diri kita masing-masing pasti,
pencurian terhadap kebudayaan bangsa ini pasti tidak ada. Karena cara tersebut
menunjukkan kalau kita perduli akan kemajuan kesenian yang ada. Maka kalau saat
ini Indonesia mengalami peperangan kebudayaan. Peperangan yang belakangan ini
dimenangkan oleh pihak lain karena kita tidak siaga. Peperangan itu meliputi
peperangan dengan kebudayaan Asing yang terus-menerus merubah pola pikir
mayarakat Indonesia karena mengganggap kebudayaan Asing lebih maju, dan
peperangan terhadap pencurian asset-asset kebudayaan Indonesia. Semakin lama
kita pasti semakin terpuruk kalau tidak menggunakan strategi untuk kelestarian
budaya. Sudah seharusnya kita beralih pikir bahwa kita dapat melakukan lebih
baik lagi untuk bangsa Indonesia.
Sebagai bahan perbandingan, kita
bisa melihat kesenian (musik) di negara Asing dengan kesenian (musik) di
Indonesia. Contohnya di Eropa, mereka memiliki Mozart dan yang lain sebagai
pencipta musik klasik yang monoton sebagai musik asli di sana, sedangkan di
Indonesia beribu jenis musik aslinya. Dari hal ini terlihat jika dibandingkan,
kalau kita masyarakat Indonesia sekarang ini adalah keturunan dari orang-orang
kreatif dan yang pintar. Mengapa kita tidak teruskan kekreatifan kita untuk
kelangsungan kebudayaan?. Itulah pola pikir masyarakat yang seharusnya kita
ubah. Menjadikan hal yang sepele jadi besar. Padahal spesifikasi bukan hanya
dari yang kita anggap gampang apalagi sepele.contoh seperti diatas saja dari
music kita seperti dijajah secara perlahan?.
Belakangan ini justru modernisasi
menyebabkan peradaban manusia ke arah yang lebih maju.Inovasi-inovasi mutakhir
yang biasanya ditemukan negara-negara barat kemudian diintroduksikan ke negara
berkembang seperti Indonesia. Proses akulturasi menyebabkan perubahan
unsur-unsur budaya seperti nilai, norma, kebiasaan, larangan, konvensi, mitos,
simbol. Ada pergeseran nilai kebudayaan sehingga cenderung lebih bebas.Untuk
menghindari hal-hal negatif akibat akulturasi diperlukan kesadaran diri sendiri
dan lingkungan agar dapat menyeleksi mana yang baik dan mana yang buruk. Dan
mana yang bisa kita pilih sebagai tempat untuk menyesuaikan apa yang kita punya
dan miliki sebagai bangsa. Bukan hanya untuk mencemooh saja.
Bagaimana tidak?, meniru saja hal
yang dapat dilakukan generasi. Padahal tanpa sepengetahuan mereka justru bangsa
Indonesia adalah bangsa yang sangat berbudaya dan cerdas karna ke kreatifannya.
Lalu dengan apa kita dapat berkembang jauh lebih baik?. Maka, yang harus kita
lakukan agar membantu mengembangkan budaya
antara lain Ikut berpartisipasi dalam mengembangkan budaya kita sendiri
yang lahir sejak dahulu. Berperan serta menjaga dan melindungi kebudayaan yang
telah ada sampai saat ini. Tidak terpengaruh oleh budaya lain dari budaya
sendiri. Mengapresiaskannya didalam kehidupan sehari – hari agar patut dicontoh
olehmasyarakat luas. Mencintai aneka ragam budaya tanah air dengan sungguh – sungguh.
Selain
itu kita juga harus tahu dimana kelemahan bangsa Indonesia serta kelebihan
bangsa kita Indonesia. Dengan seperti itu untuk mengarah kearah perbaikan tidak
perlu merepotkan letak dimana kekurangan serta kelebihan yang bisa kita
manfaatkan. Mengapa tidak?, Indonesia memiliki ragam yang banyak dan dapat kita
perluaskan dalam segihal apapun. Dalam asean misalnya, dengan cara perdangan
internasional. Kita melihatkan batik sebagai tanda diantara Negara lain yang
ada. Membuktikan bahwa batik adalah cirri kami “bangsa serta warga Negara
Indonesia”. Lalu mengartisipasikannya bahwa kami bangga, kami memiliki, dan
kami akan menjaganya. Dengan seperti itu maka mereka akan segan untuk
meng-klaim apa yang menjadi milik kita.
Dalam
hal ini kita haus memiliki peluang. Ya,peuang untuk merdeka dalam jajahan
secara halus (perlahan). Bukan malah menjadikan bahwa Negara kita dibantu.
Dalam kenyataan kita dibodohi secara halus,melalui taktik mereka yang tidak
tertebak secara langsung oleh semua warga masyarakat Indonesia.kita bisa
menumbuh kembangkan karya-karya seni yang ada misalnya. Menjadikan segala
sector untuk menambah perekonomian Negara. Meningkatkan kreatifitas serta
inovasi melalui berbagai kegiatan penyuluhan demi generasi penerus yang baik
dan dapat dicontoh lagi dikemudia waktu. Melebar luaskan budaya Indonesia
melalui semua hal, tetapi dalam aspek yang nilanya positif. Bilapun negatif
juga diberi sanggahan tertentu. Inovasi yang menyebarluaskan asset kepemilikan
bangsa kita. Menginovasikan nilai pencritaan Negara dimata dunia sehingga
nantinya Indonesia dapat lebuh terpandang di mata dunia.
Bukan
hanya untuk generasi penerus, seharusnya semua golongan ditekankan dalam
menjaga kelestarian suatu kebudayaan. Itu mengapa penulis menulis judul
“Strategi dalam upaya mempertahankan kebudayaan”. Supaya dalam semua tingkatan
merasa adil atau tidak dibeda-bedakan. Justru dengan adanya gejolak bersama
untuk membangun sebuah sikap menjaga suatu kebudayaan yang kita miliki, yang
kita rasakan, yang kita juga banggakan. Dari semua kalangan tanpa memandang
siapa A,B bahkan C hingga Z. semua harus menjadi satu bagian yang takkan
terpisahkan. Untuk membentuk suatu kebijakan yang mebuat Negara lain malu bakan
tak akan berani menyanggah Negara kita. Tidak seperti saat ini, kita saja malu
memarkan asset-aset Negara. Ya walaupun tidak semua orang memiliki hak untuk
itu, hanya sebagian saja yang menganggap bahwasanya budaya mereka tak-akan
diklaim.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar