1.MANUSIA
DAN KEBUDAYAAN
A. Kaitan Manusia Dengan Budaya
SITI
MUNAWAROH
11/10/2015
Kebudayaan merupakan keselarasan antara manusia dengan alam
yang bukan hanya dipakai untuk mengembangkan daya dukung alam,tetapi juga dapat
dipakai untuk mengembangkan diri manusia serta masyarakat sekitar.Kebudayaan
merupakan hasil pemikiran atau akal manusia yang pada akhirnya secara tidak
sadar mereka juga sebagai perusak apa yang telah mereka ciptakan dari hasil
pikirannya sendiri . Padahal dalam kesehariaan hidup bermasyarakat , manusia
tidak akan lepas dari kebudayaan itu sendiri.
PENGANTAR
Sebagian besar masyarakat di Indonesia secara umun
berkeseharian dalam suatu kebudayaan, karna manusia merupakan makhluk yang
paling sempurna diantara makhluk lainnya.Hubungan antara manusia dengan
kebudayaan sangatlah erat.Kata kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta yaitu
buddhayah, yang juga merupakan bentuk dari kata buddhi ataupun juga
budi dan akal yang diartikan erat dengan budi dan akal manusia.
Selain itu juga terdapat keanekaragaman manusia dan
kebudayaan yang berada di muka bumi contohnya saja di Indonesia.Adanya
perbedaan tersebut membuat serta mengajarkan untuk beradaptasi dari zaman ke
zaman atau dari ciri-ciri pembeda diantara kebudayaan yang ada.Keanekaragaman
kebudayaan disebabkan oleh lingkungan tempat tinggal yang berbeda atau bisa
dari faktor ekologi.
A.
KEBUDAYAAN
I.
PENGERTIAN KEBUDAYAAN
Kata
kebudayaan berasal dari kata budh dalam bahasa sanskerta yang berati akal,
kemudian menjadi kata budhi yang berarti tunggal dan budhaya yang
berarti majemuk, sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil pemikiran
atau akal manusia.Ada pendapat yang mengatakan bahwa kebudayaan merupakan unsure
rohani, ikhtiar sebagai unsur jasmani yang sehingga kebudayaan diartikan
sebagai hasil akal dan ikhtian manusia.Dalam bahasa inggris kebudayaan adalah
culture, berasal dari bahasa yunani yang berarti tanah.Maka dari hal tersebut
dengan mengerjakan tanah manusia akan mulai hidup sebagai penghasil makanan
(food producing). Hal ini berarti bahwa manusia tidak hanya menggantungkan
dirinya kepada alam untuk meminta kehidupan (food gathering).Dalam penggunaan
sehari-hari budaya juga sering dijadikan sebagai system pemikiran yang mencakup
dalam system gagasan, konsep-konsep, serta pemaknaan yang mendasar dalam
pembelajaran.Kebudayaan juga mengacu kepada pola kehidupan suatu masyarakat dan
pola dari perilaku yang berupa suatu gagasan untuk mengacu gagasan serta kepercayaan,
yang menjadi pedoman untuk tindakan mereka sehari-hari. Kebudayaan menurut
beberapa para ahli :
A.
Ki hajar dewantara
Menurut Ki Hajar
Dewantara berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap
dua pengaruh kuat , yakni alam dan zaman yang merupakan bukti kejayaan hidup
manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dalam hidup dan penghidupannya guna
mencapai keselamatan.
B.
Koentjaraningrat
Koentjaraningrat
mengatakan bahwa kebudayaan berarti keseluruhan gagasan dan karya
manusia yang harus
dibiasakannya dengan belajar dan keseluruhan hasil budi pekertinya.
C.
Malinowski
Menyebutkan bahwa
kebudayaan berdasarkan prinsipnya atau berbagai system kebutuhan manusia.Tiap
tingkatan kebutuhan itu menghadirkan corak budaya yang khas. Misalnya, guna
memenuhi kebutuhan manusia akan keselamatan timbul kebudayaan yang berupa
perlindungan.
II.
PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN
Keselarasan hubungan antara manusia dengan
lingkungan fisik, bukan hanya dapat dipakai untuk mengembangkan daya dukung
alam, tetapi juga mengembangkan daya atau pola manusia dan masyarakat. Apabila
ini benar terjadi maka akan tercapai suatu keselarasan dalam berbudaya. Kondisi
ini mengakibatkan keselarasan antar pembangunan bangsa yang saling mempengaruhi.Karena
itu juga, perbedaan keanekaragaman yang ada membuat pola adaptasi muncul.Budaya
juga sering dijadikan sebagai system pola pemikir adaptasi yang berbeda
tersebut supaya dapat menciptakan keselarasan hidup saling menghormati.Selain
harus melewati perkembangan kebudayaan, manusia dalam bermasyarakat dan
berbudaya juga memiliki aturan main yang berbeda di setiap kehidpuan
bermasyarakat. Karena setiap manusia yang ada memiliki perilaku ataupun cirri
khas yang beda. Oleh karena itu menurut Rapl Linton dalam berkehidupan
masyarakat harus ada garis-garis yang menjadi petunjuk dalam hidup (design for
living), misalnya :
1. Bagaimana orang itu harus berlaku
2. Perlu tidaknya diadakan upacara atau acara yang menyangkut
cirri khas tradisional
II.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUDAYAAN
Terwujudnya suatu kebudaan dipengaruhi
oleh factor secara garis besar.Indonesia terletak dalam posisi silang (cross
position) dunia.Kebudayaannya memiliki konsekuensi yang besar dari pengaruh
luar, dalam hal ini, sejarah telah menggambarkan dengan nyata.Selain pengaruh
luar, masalah waktu juga sebenarnya menggambarkan dengan nyata.Selain pengaruh
luar, masalah waktu sebenarnya juga ikut berperan dalam pembentukan suatu
kebudayaan.Misalnya, dalam fase pertama, Indonesia mendapat pengaruh
Hindu-Budha (abad V-X) dalam fase kedua, Indonesia dapat pemgaruh Islam (abad
XI-XVI), dan dalam fase ketiga mendapat pengaruh dalam kebudayaan barat (abad
XVI-XX). Di masa fase tersebut Indonesia meleburkan diri agar dapat memilah
manakah kebudayaan yang baik, yang sama ataukan juga yang berbeda.
Faktor kitaran geografis adalah faktor
yang fisik lokasi geografis merupakan suatu corak budaya sekelompok masyarakat.
Dengan kata lain, berperan besar dalam pembentukan suatu kebudayaan. Kitaran
dalam faktor geografis juga menjadikan masyarakat dalam himpunan tertentu harus
hidup dengan menganut penghormatan agar terciptanya keselarasan hidup bersama.
Dengan hal itu maka menjadikan suatu manusia dalam masyarakat bertindak sesuai
norma yang berlaku di kitaran daerahnya. Dengan kata lain kitaran geografis
juga disebut sebagai determinisme yang membentuk suatu keciri khasan sebuah
budaya.
Faktor Induk Bangsa, ada dua pandangan
yang berbeda mengenal faktor induk bangsa ini, yaitu pandangan Barat dan pandangan
Timur. Pandangan barat berpendapat bahwa perbedaan induk bangsa dari beberapa
kelompok mempunyai pengaruh pandangan terhadap suatu corak budaya.
B.
MANUSIA
I.
POSISIMANUSIA DIANTARA MAHKLUK LAIN
Secara mutlak di atas muka bumi dapat
dibedakanatas empat macam yang menjadikan sebuah tingkatan, yaitu benda mati,
tumbuh–tumbuhan, binatang, dan manusia.Yang pertama merupakan anorganisme dan
tiga sisanya adalah organisme.Benda mati yang dimaksud anorganisme karena
mempunyai ciri-ciri tetap dan statis yang artinya tetap tidak berubah bentuk
ataupun berkembang biak dan statis yang artinya tidak akan berpindah atau
bergerak, kecuali ada kekuatan dari luar yang membantunya bergerak.
Tumbuh-tumbuhan dikatakan organisme karna dapat berkembang biak, bertumbuh, serta
berkembang dari kecil ke besar. Tumbuhan juga memiliki metabolisme atau
cirri-ciri kehidupan karna tumbuhan memiliki tingkat yang lebih tinggi
dibandingkan dengan benda mati. Dalam tubuh tumbuhan mampu mengadakan
pernapasan dan respirasi sehingga dapat merangsang dirinya untuk mempertahankan
diri, mampu bereaksi dan juga berkembang biak. Tetapi,tumbuh-tumbuhan tidak
dapat melakukan perpindahan dari suatu tempat ke tempat yang lain, kecuali ada
bantuan tenaga dari luar. Binatang merupakan organisme yang tingkatannya berada
diatas dari tumbuh-tumbuhan karena binatang dapat bergerak menurut kehendaknya
sehingga bisa berpindah tempat.Yang terakhir adalah manusia, manusia sebenarnya
secara biologis juga disebut binatang, khususnya binatang yang menyusui, tetapi
karena makin sadar akan kelebihannya yang lebih dapi pada binatang maka manusia
dipisahkan oleh binatang. Manusia memiliki akal, wawasan, pikiran, dan
kesadaran diri sehingga memungkinkan manusia untuk menciptakan kebudayaan.
Perbedaan tingkatan benda mati, tumbuhan,
binatang, dan manusia jga menimbulkan perbedaan tigkatan tingkah laku.Tingkatan
tingkah laku anorganis tunduk kepada hukum alam yang cirri-cirinya sudah pasti
ada. Misalnya, kapas yang ringan maka akan mudah terbawa angin. Tingkah laku tumbuhan
(vegetatif) mengalami proses pertumbuhan dan kehidupan yang sumber hidupnya
dari enirgi vital tumbuhan itu sendiri atau factor intern dan ekstern. Faktor
intern adalah factor dalam yang misalnya sirkulasi air atau getah dalam
tumbuhan dan factor ekstern adalah factor dari luar tumbuhan misalnya cuaca,
manusia yang merawatnya dan lain-lain.Tingkatan tingkah lakupada binatang
(animal) lebih sulit lagi untuk diperhatikan karena unsure hiddupyang psikis,
pada binatang terdapat kesadaran tapi belum ada unsure kesadaran diri. Binatang
memiliki dorongan (drives) dan naluri (instinct) sehingga keadaan pada binatang
lebih baik dari pada yang ada pada tumbuhan. Sebenarnya ada factor luar yang
bisa menjadikan unsure tersebut misalnya ninatang yang dilatih untuk sirkus
atau eksperimen.
Tingkah laku manusia (human) makin lebih
baik disbanding dua mahluk hidup yang ada tadi.Manusia dapat bergerak, memiliki
akal untuk berfikir, memiliki wawasan untu belajar dan lain-lain.manusia
memerlukan materi untuk mencukupi kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan dalam
hidupnya, seperti memenuhi kerohanian serta kepuasan pada dirinya. Setelah
manusia telah cukup memenuhi kebutuhan fisiknya, ia akan mengembangkan untuk
kebutuhan lainya seperti absoulut atau religious. Dalam proses pengembangan ini
manusia menyembahkan diri kepada sang pencipta-Nya sesuai dengan agama apa yang
mereka anut atau mereka yakini. Disini terlihat bedanya dalam tingkat tingkah
laku ini tidak mungkin ada organisme lain yang bisa menyerupai. Dan dari uraian
ini, nyata bahwa manusia menempati posisi paling teratas dibandingkan dengan
benda mati ataupun binatang serta tumbuhan. Oleh karena itu, sebutan manusia
lebih unggul dan paling beradab tidak lain karena manusia meiliki kemampuan
untuk melakukan suatu hal yang tidak bisa dilakukan oleh primat lain.
Aspek-aspek manusia terdiri dari dua aspek
yaitu tubuh dan jiwa.Yang artinya tubuh tidak disertai jiwa maka bukanlah
manusia, tetapi adalah mayat.Sebaliknya, jika tubuh tanpa jiwa maka bukan
mausia melainkan jin atau setan. Tubuh atau jasmani bersifat materi, dapat
dilihat,diraba, dan dirasa sehingga wujudnya itu nyata. Tubuh dinilai lebih
rendah dari pada jiwa karena bila seorang telah meninggal mak tubuhnya akan
membusuk atau hancur dan akhirnya akan lenyap, sedangkan jiwa atau rohani
sifatnya abadi.kapal sebagai tubuh serta nahkoda sebagai jiwa yang
mengendalikan tubuh. Ada kapal tanpa nahkoda maka kapal itu tidak tentu arah
karna terombang-ambing arahnya oleh gelombang laut.Sebaliknya nahkoda tanpa
kapal maka nahkoda itu bukan apa-apa, bukan disebut nahkoda yang harus
mengemudikan kapal.Dapat juga kita bandingkan dengantubuh dan jiwa dengan rumah
dan penghuninya. Rumah yang dibuat oleh manusia itu sendiri, tetapi tidak
dihuni akan memberikan kesan menakutkan atau angker.
Majunya ilmu teknologi memungkan manusia
makin tahu tentang tubuhnya,seperti system syaraf, darah merah dan darah putih
serta lain-lain. Namun kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi itu tidak secara
otomatis membuka tabir rahasia manusia.Secara umum, tubuh manusia terdiri atas
tigabagian yaitu, kepala, badan, dan anggota badan.Pada kepala, tempat indera
masuk berada, terdapat telinga, mata, hidung, dan mulut.Pada kepala, terdapat
otak yang digunakan manusia untuk dan dapat berfikir. Badan manusia yang
terdiri dari jantung, paru-paru, hati dan lain sebagainya yang semacam
“pabrik”. Anggota badan terdiri atas tangan untuk memegang sesuatu yang
diperlukan dan juga kaki yang berfungsi untuk membawa seluruh tubuh (kepala
misalnya).Dalam peran fungsi kedua aspek tersebut tidaklah mudah untuk
menentukan peran mana yang lebih penting.Dengan itu timbulah tiga aliran
berikut ini.
1.
Aliran Materialisme
Aliran yang
berpendapat bahwa tubuhlah yang paling penting, karna jiwa dalam tubuh hanya
merupakan masalah yang kurang penting dan jiwa hanya membonceng saja dalam
tubuh.Menurut Ludwig Feuerbach(1804-1872) “dibalik manusia tidak ada
mahkluk lain yang misterius yang disebut dengan jiwa, seperti tidak adanya
Tuhan dalam ala ini.” Selanjutnya, ia berpendapat bahwa sesuatu yang nyata bila
dapat dirasakan dengan panca indera.
2.
Aliran Spiritualisme
Aliran spiritualisme
berpendapat bahwa yang terpenting pada diri manusia adalah jiwa (psyche).
Tokohnya antara lain Planto (427-347 SM),berpendapat bahwa “jiwa lebih
agung dari pada badan karena jiwa telah ada di alam atas sebelum masuk kedalam
badan, jiwa itu terjatuh kedalam hidup duniawi, lalu terikat kepada badan yang
akhirnya lahir manusia yang fana”.
3.
Aliran Dualisme
Berpendapat bahwa
jiwa dan tubuh sama pentingnya. Tokohnya anatara lainRene
Descartes(1569-1650), yang mengatakan bahwa “jiwa adalah subtansi untuk
berfikir sedangkan tubuh adalah subtansi secara keluasaan. Hubungan antara
tubuh dan jiwa bukanlah seuatu yang ditambahkan, melainkan sesuatu yang hakiki
sehingga tanpa salah satunya berarti bukan merupakan insan”.
Daya manusia dibawah lima tahun (balita),
kondisinya sangat lemah bila dibandingkan dengan mahkluk hidup lainnya. Setelah
melalui pematangan proses seperti pendidikan manusia dapat menentukan apa saja
yang ia harus kehendaki dalam belajar berkehidupan. Seperti memperoleh perasaan
yang baik, fantasi, kemampuan, perilaku yang khas dan lain laindaya dalam
manusia seharusnya dapat di kembangkan dalam metode aspek yang dapat mengubah
nya kearah yang posiitif agar dapat menjadikan pribadi yang baik untuk sekitar
juga. Karena daya mempengaruhi temperamental yang dimiliki oleh manusia daya
juga mempengaruhi cara seseorang dalam berperilaku, bertindak serta melakukan
banyak hal. Jadi memang keharusan untuk manusia agar apa yang ia sudah miliki
harus dikembangkan lagi secara terus menerus. Daya yang dimiliki oleh manusia
seperti halnya:
A.
Akal dan Inteligensi
Inteligensi merupakan kemampuan manusia
yang bersifat potensial Kemampuan berfikir manusia mempunyai fungsi untuk
meningkatkan kembali apa yang menjadi tugasnya, lalu membentuk konsep untuk
memecahkan tugasnya dan pada akhirnya membentuk tingkah laku yang nyata dalam
usaha untuk mencapai tujuannya.
B.
Perasaan dan Emosi
Perasaan dan emosi
merupakan dua bagian dari aspek psikis seseorang. Perasaan merupakan
warna atau suasana psikis seseorang yang menyertai suatu
situasi khusus. Misalmnya perasaan benci, sedih ,senang, dan lain sebagainya.
Pada umumnya perasaan dibagi atas dua yaitu perasaan rendah dan perasaan
luhur.Perasaan rendah timbul karena adanya jenis perasaan seperti perasaan
naluri, pengindraan, tanggapan, dan vital. Sedangkan perasaan luhur adalah
perasaan yang sangat erat kaitannya dengan hal-hal kerohanian lalu memberikan
cirri manusiawi.Yang erat kaitannya dengan perasaan adalah emosi, emosi sebagai
wujud perasaan yang kuat.Perasaan yang hanya menyangkut kerohanian, sedangkan
emosi mempengaruhi jasmani dan rohani.Perasaan tidak menguasai imdividu,
sedangkan emosi dapat menguasai individu.
C.
Kemauan
Menurut Dra.Kartini
Kartono(1984:134) dalam bukunya Psikologi Umum, kemauan adalah
dorongan kehendak yang terarah pada tujuan-tujuan hidup
tertentu yang dikendalikan oleh pertimbangan akal budi. Kemauan dalam kaitan
Ilmu Budaya Dasar adalah untuk melahirkan keindahan.Karena adanya rasa indah
itu perlu didukung oleh adanya kemauan manusia untuk menciptakan sesuatu yang
indah.Apabila seseorang telah mengambil keputusan sesuai tanggung jawabnya maka
ia tidak akan ragu ataupun bimbang dalam perjalanan hidupnya. Proses terjadinya
kemauan dapat dibedakan menjadi tiga fase. Pertama, momen dorongan merupakan
fase yang mengandung motif pendorong agar seseorang dapat atau mau melakukan
sesuatu.Kedua ,momen pilihan dimana fase ini seseorang sebagai homo sapiens
atau homo economicus dalam berfikir untuk memilih mana yang akan membuatnya
untung atau rugi. Ketiga, momen keputusan merupakan fase yang dijadikan arah
yang akan ditempuh oleh seseorang itu.
D.
Fantasi
Fantasi adalah suatu daya jiwa untuk
menciptakan sesuatu yang baru yang merupaka suatu kreasi.Fantasi memberikan
arti penting dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu dalam pendidikan
diperlukan adanya pengarahan agar anak-anak mampu berprestasi, karena dengan
fantasi daya fikir seseorang akan berkembang.
E.
Perilaku
Keempat daya yang tadi merupakan hal-hal
yang menentukan perilaku seseorang.Faktor utamanya yaitu pembawaan dan
lingkungan sekitar.Faktor utama, yaitu pembawaan atu keturunan terbentuk saat
terjadinya pembuahan, yaitu sel telur ibu bertemu dengan sel sperma ayah.Faktor
kedua, yaitu lingkungan merupakan alam kedua dalam masa kelahiran yang ikut
membentuk karakter seseorang.Bahkan juga membentuk tempramen sehingga membentuk
pribadi tertentu.
Tipologi manusia, adalahpengetahuan yang
mencoba menggolong-golongkan manusia atas dasar kepribadian.Secara grafis
besarnya, pribadi manusia terdiri atas individualitas biologis dan
individualitas psikologi, atau seperti telah dijelaskan bahwa manusia memiliki
aspek jasmaniah dan aspek rohaniah.Secara umum sebenarnya susunan jamani
manusia memiliki kesamaan walaupun terdapat perbedaan individual, namun tidak
merupakan masalah pokok.dalam tingkatan kepribadian atas dasar psikologis lebih
mencolok disbanding dengan tingkat kehidupan lainnya. Pertama tingkat vital,
adalah tingkat dimana yang merasakan adalah tubuh manusia it sendiri misalnya
haus,lapar,dan seks. Tingkat kedua adalah tingkat dalam hidup konkret atau
nyata seperti dorongan dari lingkunan sekitar. Tingkat ketiga adalah tingkat
psico-human dimana ada pendalaman tentangreligius dimana nilai-nilai yang
bersifat universal. Sifat universal seperti saling menghormati dan tahu
diri.Sifat-sifat totalitas dalam manusia, baik yang ama ataupun tidak merupakan
suatu totalitas kepribadian.
Tempramen berate campuran, yaitu campuran
dalam tubuh(empedu, darah merah, lender dlan lain-lain). Cairan yang banyak dan
dominan akan memberikan cirri pada tempramen. Oleh karena itu, sifat tempramen
biasanya relative konstan.Karakter(sifat) seseorang sebagian ditentukan oleh
hereditas sejak lahir dan sebagian lagi oleh pengaruh pendidikan. Dengan
seperti itu maka sebenarnya suatu karakter akan dapat berubah. Ilmu yang khusus
mempelajari soal karakter disebut dengan karakterologi, berasal dari
bahasa Yunani, yang berarti goresan atau coretan.Bakat seseorang ditentukan
dengan kelahiran atau keturunannya sehingga sifat ini juga cenderung
konstan.Kondisi-kondisi keseluruhan merupakan suatu kepribadian yang totalitas,
tetapi dalam menentukan tipoogi cenderung terletak pada aspek-aspek psikisnya.
Pada awalnya, hampir semua ilmu
pengetahuan berdasarkan atas bukti-bukti fisik sehingga ilmu fisika merupakan
salah satu pengetahuan awal yang banyak dikemukakan oleh pemikir di
Yunani.Contohnya ilmu pengetahuan yang memusatkan diri pada manusia sehingga
lahir pengetahuan filsafat. Psikologi merupakan salah sat caban dari filsafat,
pada mulanya dikaitkan dengan kondisi manusia itu sendiri. Pada abad XXX
psikologi mengalami perubahan yang mendasar bahwa psikologi tidak berorientasi
pada hal yang sifatnya kelamaan melainkan kepada hal yang sudah membaru.Oleh
karena itu, dalam menentukan tipologi manusia, paham lama masih cenderung pada
kaitannya dengan jasmani.Sedangkan, aliran modern pada rohani.
Tipologi manusia yang didasarkan pada
komdisi tubuh manusia antara lain diemukakan oleh Lavater dan Gasper
Lavater(1741-1801). Lavater mengatakan bahwa “tubuh yang gemuk biasanya
mempunyai tipe tenang dan sabar, sedangkan mereka yang bertubuh kecil biasanya
memiliki tipikal yang lincah dan tidak sabar”. Lebih jauh, ia juga mengemukakan
ilmu tentang wajah. Dahi dan alis mata, menurutnya dapat memberikan
indikasi-insikasi tertentu mengenai inteligensi seseorang. Sedangkan hidung dan
pipi mencerminkan kehidupan moral dan emosional.Mulut dan dagu mencerinkan
kehidupan yang masih animal dan mata mencerminkan segenap kehidupan
psikisnya.Selain itu juga ada tipologi berdasarkan cairan-cairan dalam tubuh
seperti sel darah merah. Lalu dengan itu seorang pakar tokoh menyebutkan ada
empat tipe manusia, yaitu sanguinius, melankholis, kholerikus dan flegmatikus
Ada juga manusia yang digolongkan
berdasarkan aspek kejiwaan.Heyman membai tipe-tipe berdasarkan aspek
kejiwaannya, yaitu manusia ekonomi, politik, social, pengetahuan, seni, dan
agama.Manusia ekonomi adalah manusia yang suka bekerja, suka mengumpulkan harta
dan kikir.Manusia politik adalah manusia yanag memiliki sifat ingin berkuasa,
tidak igin kaya tetapi ingin mengatur atau leuluasa mengatur. Manusia social
adalah manusia yang memiliki sifat rela berkorban , tanggap terhadap apa yang
terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, suka bergaul untuk kebaikan dan tidak
sombong atau kikir. Manusia pengetahuan adalah orang yang memiliki sifat suka
membaca, menulis, dan segala apapun yang bersifat ilmu atau pengeahuan
sekalipun itu dari bahan kritikan orang lain. Manusia seni adalah manusia yang
gemar atau memiliki keunggulan dalam bidang keterampilan .dan manusia agama
adalah manusia yang kurang mementingkan masalah didunia karena tidak ingin kaya
dan hanya memberikan waktunya yang lebih banyak kepada Sang Pencipta-Nya untuk
mengabdikan diri .
1.
KAITAN MANUSIA DENGAN BUDAYA
Manusia dan kebudayaan memiliki ikatan
yang tidak dapat di pisahkan di dalam kehidupan.Manusia adalah ciptaan Tuhan
yang paling sempurna, karena memiliki akal dan budi. Manusia merupakan makhluk
sosial yang tidak dapat berdiri sendiri dan saling bergantung satu sama lain.
Manusia menciptakan kebudayaannya sendiri dan melestarikannya secara turun
temurun.Kebudayaan tercipta berdasarkan kejadian dan kegiatan manusia dalam
kehidupan sehari-harinya yang di alami.Gagasan atau pikiran manusia merupakan
wujud kebudayaan yang bersifat abstrak dan berpusat pada kepala-kepala manusia
yang menganutnya.Bila warga masyarakat tadi menyatakan gagasan mereka dalam
tulisan, maka kebudayaan tersebut berupa karangan dan buku-buku karya warga
masyarakat yang menulisnya. Manusia menciptakan kebudayaan dan setelah
kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan akan mengatur hidup manusia. Pada
kondisi sekarang ini kita tidak dapat membedakan mana yang terlebih dulu muncul
antara manusia dan kebudayaan
Seperti yang diterangkan di atas,
bahwa manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tak bisa
dipisahkan dalam kehidupan ini.Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling
sempurna diantara mahluk organisme serta anorgainisme dapat menciptakan
kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya
tercipta dari kegiatan sehari hari yang mereka lakukan dalam keseharian sebagai
ciri yang khas, dan juga dari kejadian – kejadian yang sudah diatur oleh Sang
Pencipta.Kebudayaan berasal dari kata budaya yang berarti hal-hal yang
berkaitan dengan budi dan akal manusia. Definisi Kebudyaan itu sendiri adalah
sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau
gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan
sehari-hari, kebudayaan itu bersifat konkret atau nyata. Namun kebudayaan juga
dapat kita nikmati dengan panca indera kita seperti yang kita dapat rasakan dan
sudah dijelaskan.Lagu, tari, dan bahasa merupakan salah satu bentuk kebudayaan
yang dapat kita rasakan.
Di dalam hidup manusia secara tidak
langsung akan selalu menggunakan akal nya untuk bertahan dalam kondisi
kebudayaannya. Karena manusia adalah pencipta serta penikmatnya sendiri dalam
panca indera misalnya.Oleh karena itu kaitan mausia dengan budaya sangatlah
berpengaruh besar.Dengan berbudaya maka kita berarti memiliki suatu ciri khas
yang nantinya berbeda dengan daerah yang ada di dalam bumi atau atas bumi ini.
Dengan seperti ini maka diartikan bahwa budaya mengubah cara kita untuk
berperilaku dan bertindak. Lalu dengan adanya budaya menjadikan kita belajar
meluas dan berinteraksi.Dengan seperti ini juga budaya menjadikan masyarakat
lebih menyatu dalam berperilaku.
Di dunia sosiologi manusia dengan
kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal,maksudnya walaupun keduanya berbeda
tetapi merupakan satu kesatuan yang butuh,ketika manusia menciptakan
kebudayaan,dan kebudayaan itu tercipta oleh manusia juga. Maka dari hal seperti
ini juga tidak dapat membedakan manakah yang terlahir duluan diantara manusia
dengan kebudayaan. Secara sederhana hubungan antara manusia dengan kebudayaan
ketika manusia sebagai perilaku kebudayaan,dan kebudayaan tersebut merupakan
objek yang dilaksanakan sehari-hari oleh manusia.dari sisi lain hubungan antara
manusia dan kebudayaan juga dapat dipandang setara atau sama dengan hubungan
antara manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya saling
terkait anatara manusia dan kebudayaan.prosesnya meliputi, Eksternalisasi yaitu proses dimana manusia membangun dan
mengekspresikan dirinya dengan cara membangun dunianya. Eksternalisasi, yaitu
dimana masyarakat menjadi realitas obyektif.Dan terakhir adalah Internalisasi,
yaitu dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia.
Kebudayaan Indonesia sangat beraneka
ragam.Sehingga menjadikan bangsa Indonesia memiliki sub-kultur yang beragam.
Sub kultur adalah dimana kebudayaan yang banyak sehingga sedikit berbeda dengan
hal perilakunya dan kebudayaan induknya. Munculnya sub-kultur disebabkan dari
banyak ras, perbedaan umur, kepercayaan dan lain-lain.contoh hubungan antara
manusia dengan kebudayaan juga bisa seperti kebudayaan khusus dengan suatu
daerah(kedaerahan). Dengan keragaman yang ada di Indonesia, masyarakat menjadi
lebih memiliki keberanian untuk menujukan jati diri atau ke-khasan yang
dimiliki oleh dirinya sebagai masyarakatnya sendiri.Kebutuhan manusia dengan
budaya juga bisa diartikan sebagai penyaluran inspirasi karna sebenarnya budaya
itu diciptakan darimanusia itu sendiri.
Manusia juga harus bersosialisasi dengan
lingkungan, yang merupakan pendidikan awal dalam suatu interaksi sosial.Hal ini
menjadikan manusia harus mempunyai ilmu pengetahuan yang berlandaskan ketuhanan.Karena
dengan ilmu tersebut manusia dapat membedakan antara yang hak dengan yang bukan
hak, antara kewajiban dan yang bukan kewajiban.Sehingga norma-norma dalam
lingkungan berjalan dengan harmonis dan seimbang.Agar norma-norma tersebut
berjalan haruslah manusia di didik dengan berkesinambungan. Dengan cara masing-
masing yang harus kita hormati sebgai pemandang yang lain. Contohnya pendidikan
serta ilmu-ilmu kebaikan untuk berkehidupan sehari-hari.Dengan seperti itu
perkembangan budaya tidak hanya ada didalam daerah yang menyempit alias hanya
disitu saja berkembangnya.Bukan hanya dengan berharap tetapi juga berusaha
merubah dan mengembangkannya.
Budaya dengan manusia juga berbaur dalam
hal ilmu pengetahuan untuk lebih baik lagi arahnya.Pendidikan sebagai hasil
kebudayaan haruslah dipandang sebagai “motivator” terwujudnya kebudayaan yang
tinggi. Selain itu pendidikan haruslah memberikan kontribusi terhadap
kebudayaan, agar kebudayaan yang dihasilkan memberi nilai manfaat bagi manusia
itu sendiri khususnya maupun bagi bangsa pada umumnya.Dengan demikian dapat
kita ketahui bahwa kualitas manusia di suatu negara akan menentukan kualitas
kebudayaan dari suatu negara tersebut, begitu pula pendidikan yang tinggi akan
menghasilkan kebudayaan yang tinggi. Karena kebudayaan adalah hasil dari
pendidikan suatu bangsa.Sehingga kita sebagai bangsa Indonesia dan generasi
penerus harus mau dan berani untuk mengubah diri kearah yang lebih baik.
Budaya sebagai sistem
gagasan menjadi pedoman bagi manusia dalam bersikap dan berperilaku. Seperti
apa yang dikatakan Kluckhohn dan Kelly bahwa “Budaya berupa rancangan hidup”
maka budaya terdahulu itu merupakan gagasan prima yang kita warisi melalui
proses belajar dan menjadi sikap perilaku manusia berikutnya yang kita sebut sebagai
nilai budaya.Berdasarkan penjelasan tersebut, kaitan antara manusia dan
kebudayaan manusia adalah kebudayaan adalah hasil dari ide, gagasan dan
pemikiran baik nyata ataupun abstrak dan juga sebagai rancangan hidup masa
depan.. Jadi dapat diartikan pula bahwa semakin tinggi tingkat kebudayaan
manusia, semakin tinggi pula tingkat pemikiran manusia tersebut.Dan kebudayaan
itu digunakan untuk melangsungkan kehidupan bermasyarakat antar manusia karena
sifat manusia yaitu makhluk sosial yaitu manusia tidak dapat hidup sendiri
melainkan harus hidup dengan manusia lainnya.
Tentu dengan adanya
kaitan manusia dengan budaya menjadikan masyarakat memiliki perwujudan yang
mereka rasakan sebagai kebahagiaan telah memiliki kebudayaan.Dengan itu maka manusia
sebagai makhluk yang paling sempurna bila dibanding dengan makhluk lainnya,
mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk mengelola bumi beserta kebudayaan
disetiap masyarakat yang berbeda.Oleh karena itu untuk menjadi manusia yang
berbudaya, harus memiliki ilmu pengetahuan, tekhnologi, budaya dan
industrialisasi serta akhlak yang tinggi (tata nilai budaya) sebagai suatu
kesinambungan yang saling bersinergi.Maksudnya adalah untuk menjadikan budaya
yang terjaga, budaya yang selalu dijunung tinggi di daerahnya, di dalam
masyarakat ataupun di luar daerah masyarakat tersebut.
Hogman dalam bukunya “The
World of Man” membagi budaya dalam tiga wujud yaitu, ideas,activities, dan
artifacts. Sedangkan Koencaraningrat, dalam buku “Pengantar Antropologimenggolongkan
wujud budaya menjadi, Suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai,
norma-norma, peraturan dan sebagainya.Sebagai suatu kompleks aktifitas serta
tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat. Sebagai benda-benda hasil karya
manusia. Berdasarkan bentuknya, budaya dapat dibagi menjadi 2 yaitu budaya yang
bersifat abstrak dan budaya yang bersifat konkret atau nyata. Budaya yang
bersifat abstrak: budaya yang tidak dapat dilihat secara kasat mata karena
bearada dalam pemikiran manusia. Contohnya yaitu ide, gagasan, cita-cita dan
lain sebagainya. Dan budaya yang bersifat konkret: budaya yang berpola
dari tindakan atau peraturan dan aktivitas manusia di dalam masyarakat yang
dapat diraba, dilihat, diamati, disimpan atau diphoto. Koencaraningrat menyebutkan
sifat budaya dengan sistem sosial dan fisik, yang terdiri atas: perilaku,
bahasadan materi.
Dalam hubungannya dengan lingkungan, manus
ia merupakan suatu oganisme hidup (living
organisme). Terbentuknya pribadi seseorang dipengaruhi oleh lingkungan bahkan
secara ekstrim dapat dikatakan, setiap orang berasal dari satu lingkungan, baik
lingkungan vertikal (genetika, tradisi), horizontal (geografik, fisik, sosial),
maupun kesejarahan. Saat seoang bayi lahir, ia merasakan perbedaan suhu dan
kehilangan energi, dan oleh kaena itu ia menangis, menuntut agar perbedaan itu
berkurang dan kehilangan itu tergantikan. Dari sana timbul anggapan dasar bahwa
setiap manusia dianugerahi kepekaan (sense) untuk membedakan (sense of
discrimination) dan keinginan untuk hidup. Untuk dapat hidup, ia membutuhkan
sesuatu. Alat untuk memenuhi kebutuhan itu bersumber dari lingkungan.
Oleh karena itu lingkungan mempunyai pengaruh besar terhadap
manusia itu sendiri.Maka ini juga diartikan sebagai kaitan manusia dalam
kebudayaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar