Sabtu, 12 Desember 2015

Manusia dan Cinta Kasih, C. Hubungan Manusia dengan Cinta Kasih


MANUSIA DAN CINTA KASIH

C. HUBUNGAN MANUSIA DENGAN CINTA KASIH

Hubungan antara cinta dengan dengan manusia sangat dimensional. Karna tanpa cinta manusai tidak akan lahir ke bumi. Manusia menjalankan cinta sebagai kholifah dari Tuhan pengantar hidup sejahter. Cinta kasih pada hakikatnya rtidak bia dipisahkan dan saling berkaitan. Cinta juga tidak boleh berlebihan, karena akan menimbulkan efek kesedihan atau lain hal yang tak terduga. Contohnya orang yang pacaran lalu real melakukan banyak hal, sehingga akhirnya saat tertentu dan tak terduga mereka bertengkar laku salah satu diantaranta mengalami sedih teramat dalam dan pada akhirnya membenci. Karena cinta yang berlebihan seharusnya kita tunjukan kepada Sang Pencipta, karena tanpa-Nya kita tidak akan mengerti apa arti cinta. Bukan hanya sekedar mencintai hal yang ciptakan tapi juga kepada-Nya yang menciptakan. Karna dengan mencintai-Nya sama saja kita telah berterima kasih atas rahmat kehidupan, kesejahteraan, serta keharmonisan dalam hidup.  

Manusia adalah mahluk sosial, tidak dapat hidup sendiri yang artinya manusia tidak bisa hidup tanpa ada bantuan orang lain. Bayangkan jika anda sebagaian manusai hidup indivualisme atau penyendiri. Mungkin dunia ini akan terasa membosankan, terjadi banyaknya kericuhan akibat dari individualism tersebut. Karena mereka menganggap ini hidupnya sendiri dan tidak mau mengalah satu sama lain. Dengan adanya individualism bisa bayangkan oleh para pemuda atau remaja semua akan terasa sepi, tidak ada membuat remaja berpola berkembang dalam hal apapun, nongkrong, atau sekedar jalan-jalan bersama kawan-kawan untuk menambah wawasan atau bermain saja. Manusia yang individualisme biasanya dijauhi dari kalangan masyarakat, karena baisanya juga meraka menjauhkan diri dari masyarakat dengan pola pikir mereka mampu. Individualisme berarti tidak mementingkan kebersamaan maka juga memunculkan masalah-masalah sepele yang berujung besar. Misalnya, si A tidak bisa terima saat C, D, E dan yang lain membuat untuk pengumpulan uang iuran kebersihan lingkungan, lalu si A melakukan berbagai cara agar dirinya tetap tidak dimintai sumbangan.

Makna cinta dan kasih yaitu sama semua menghasilkan makna yang tiada batas. Cinta dan kasih adalah sesuatu yang sangat berkesan bagi semua manusia. Cinta adalah kekuatan manusia yang paling tinggi oleh karena itu semua orang memiliki cinta. Selain itu cinta juga menjadikan sumber kekuatan, kita tidak akan dapat mewujudkan setiap impian kita tanpa cinta. Selain itu cinta juga memberikan dorongan dan motivasi terhaadap diri seseorang. Untuk menghasilkan sesuatu yang diinginkan dapat tercapai dengan indah. Arti kasih adalah perasaan sayang atau cinta kepada atau sangat menaruh belas kasian sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan  sebagai perasaan suka atau sayang kepada seseorang yang disertai dengan belas kasiha. Banyak orang yang memaknai cinta itu kepada pasangannya dan sedangkan kasih itu iberikan kepada ibu, bapak, saudara, sepupu, adik, kakak, dan sanak keluarga atau orang sekitar. Walau sejauh ini terasa berbeda antara cinta dan kasih, tetapi makna yang sesungguhnya adalah sama-sama memiliki rasa sayang terhadap seseorang.

Hubungan cinta kasih dengan Ilmu Budaya Dasar ada, yaitu hubungan yang berupa pendidikan sikap yang diajarkan dengan Ilmu Budaya Dasar untuk menghadapi permasalahan-permasalahan dengan penuh cinta dan kasih sayang seperti penjelasan mengenai cinta kasih.wujud cinta kasih itu berupa makhluk hidup kepada sesamanya terbagi atas tiga. Pertama, cinta philiia yakni  seperti cinta kepada saudara, teman, orang tua dan lain-lain. Kedua, cinta eros yakni cinta yang menegakkan aspek ragawi (erotis). Ketiga, cinta amor cinta yang menekankan kearah psikis atau penekanannya kearah psikis. Bentuk wujud cinta kasih manusia dengan pencipta-Nya disebut pengabdian, kesetiaan, ketaatan dan sebagaimana keterkaitan manusia atau mahluk dengan Tuhannya masing-masing.

Unsur cinta adalah keterkaitan, keintiman, dan kemesraan. Cinta kasih manusia kepada dirinya sendiri terwujud dalam bentuk menjaga dirinya sendiri. Unsur-unsur yang terdapat didalam cinta adalah simpati seperti “kenal, pengertian, perhatian, dan emosi seperti pengorbanan, tanggung jawab dan saling menghormati”. Cinta kasih terjadi apabila perasaan simpati antara dua subjek atau dua insane saling mengisi dan melengkapi. Sehingga terjadilah dinamika yang dinamakan dinamika cinta. Setiap mahluk hidup bukan hanya manusia yang paling sempurna saja yang paling memerlukan cinta, tetapu semua insane mahluk hidup di muka bumi memerlukan cinta. Tanpa kita sadari dalam diri manusia terdapat cinta kasih. Emosi yang kita miliki itu terlahir dari dua subjek secara sengaja ataupun tidak sengaja.

Karena iulah manusia dan cinta kasih sangat sekali dibutuhkan. Karena dengan itu akan menciptakan keselarasan dalam hidup. Agar suasana lingkungan sekitar kita tinggal terasa nyaman dan menimbulkan kehidupan rukun serta damai tanpa adanya erseteruan anatara dua orang atau lebih dari berbagai ras ataupun permasalahan. Cinta kasih kepada manusia itu dapat terjadi pada banyak contohnya,  seorang umat menjalankan syariat keagamaannya seperti mengabdi kepada Sang Pencipta, seorang ibu yang mencintai anak-anaknya, ataupun seorang suami yang mencintai istrinya. Dalam kehidupan sosial juga tidak lepas dari cinta dan kasih misalnya cinta kasih anatara manusia, seperti contoh seorang sahabat selalu menemani lalu muncul perasaan simpati atau empati karena timbulnya cinta kasih antara sesama manusia. Manusia tanpa cinta kasih seperti layaknya hidup tanpa perasaan. Dengan cinta kasih mereka dapat meluangkan apa yang ada di dalam hatinya lalu ia curahkan untuk kebaikan serta kedamaian.

Dalam bukunya Seni Mencintai, Erich Fromm menyebutkan bahwa cinta itu terutama adalah memberikan bukan menerima. Cinta selalu menyatakan unsur-unsur dasar tertentu dalam kehidupan. Tanggung jawab merupakan tindakan yang benar-benar berdasarkan atas suka rela, oleh karena itu tanggung awab merupakan penyelenggaraan bukti fisik. Perhatian, merupakan suatu perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan pribadi orang lain, terutama agar mau membuka dirinya, memperhatikan sebagaimana adanya. Pengenalan juga merupakan unsur dalam cinta kasih yang artinya merupakan keinginan untuk mengetahui rahasia manusia. Dengan unsur-unsur tersebut menjadikan kita lebih memiliki rasa sah dalam memiliki cinta dan kasih. Tidak mungkin cinta tidak ada unsur-unsur diatas. Misalnya tidak mungkin seseorang mincintai tanpa perhatian tertentu.

Kita ambil contoh dari cinta kasih antara manusia terhadap lingkungan. Cinta kasih mausia terhadap lingkungannya, apabila seseorang  menciptakan taman yang indah dihalamannya, tidak menebang kayu di hutan seenaknya, tidak berburu hewan sehingga hampir punah atau sengaja dipunahkan. Maka dapat dikatakan bahwa manusia atau orang tersebut memiliki cinta kasih atau menyayangi lingkungan hidupnya. Dan ia tidak akan bisa merasa nyaman dengan lingkungan sekitar yang kotor. Karena menurutnya kebersihan adalah sebagian dari cermin diri dan sebagian dari imannya. Selain itu juga ia tidak mudah akan terkena penyakit. Karena dengan menjaga lingkungan sekitar akan mengurangi target terserang penyakit.

Kamis, 03 Desember 2015

Manusia dan Cinta Kasih , B Pengaruh Deklarasi Kemaknaan Cinta Terhadap Kehidupan Manusia




MANUSIA DAN CINTA KASIH

B. PENGARUH DEKLARASI KEMAKNAAN CINTA TERHADAP KEHIDUPAN MANUSIA

Sebab cinta adalah kata lain dari memberi, memperhatikan,menimbulkan dan merawat. Itu berat untuk dijalankan, pekerjaan cinta itu siklus yang sulit. Berat karena pekerjaan yang harus dikerjakan secara ikhlas, dalam waktu lama. Sebab pekerjaan berat dalam waktu begitu lama hanya dapat dilakukan oleh seorang yang memiliki kepribadian tangguh dan kuat. Maka seseorang sudah seharusnya berhati hati dalam cinta, dalam berkatab “Aku mencintai mu” kepada siapapun, sekalipun ia benar-benar mencintainya. Karena itu adalah satu keputusan yang besar. Ada taruhan soal hati dan kepribadian diantaranya. “Aku mencintai mu,” adalah ungkapan lain dari, “aku ingin memberi mu sesuatu, bersama mu, melayani mu, untuk kebahagiaan serta kesedihan yang akan terjadi nantinya. Untuk melengkapi dalam ketidak lengkapan”. Lalu aku akan merawat dengan seganap kasih sayangku, proses pertumbuhan diantara kisa atas karna cinta.

“Aku juga akan melindungi dirimu dari segala sesuatu yang dapat merusak dirimu dan proses pertumbuhan itu”. Taruhannya adalah kepercayaan orang yang kita cintai sendiri terhadap apa yang selama ini kita percayai. Jika kamu mengatakan  kepada seseorang, “Aku Mencintaimu,” kamu harus membuktikan ucapan itu. Itu deklarasi jiwa bukan saja tentang rasa suka dan tertarikan terhadapnya, tapi tentang kesiapan dan kemampuan melakukan memberikan, kesiapan dan kemampuan berkorban, kesiapan dan kemampuan melakukan pekerjaan-pekerjaan cinta seperti, memperhatikan, menumbukan, merawat, dan melindungi. Sekali deklarasi cinta tidak itu terbukti, kepercayaan hilang lenyap sudah. Tidak ada cinta tanpa kepercayaan. Mengapa cintah butuh waktu, butuh pengorbanan serta yang lain?. Karna cinta bukan sekedar hal “Aku mencitaimu” saja. Begitulah bersama waktu suami atau istri kehilangan kepercayaan kepada pasangannya. Sikap, perilaku, dan perbuatan nyata disertai tanggung jawab yang penuh pengabdian dan pengorbanan.

Perasaaan cinta kasih sayang tanpa tanggung jawab dan pengabdian serta pengorbanan adalah kepalsuan yang penuh dengan kebencian. Karna kehilangan kepercayaan dari seseorang yang telah berani mengungkapan perasaan cintanya itu sama saja terbunuh oleh api besi paling panas. Jalan hidup kita biasanya tidak lurus terus. Tidak juga seterusnya pedakian. Atau bahkan penuruan. Karena itu konteks dimana pekerjaan-pekerjaan cinta dilakukan tidak selalu secara emosional. Tapi disitulah tantangannya untuk membuktikan ketulusan ditengah situasi yang sulit. Disitulah konsistensi yang sulit, jauh lebih bisa mebuktikannya dalam situasi yang longgar.

Mereka yang dicintai dengan cara seperti itu biasanya merasakan bahawa hati dan jiwanya penuih kedamaian cinta. Bahagia sebahagia-bahagianya. Puas sepuas-puasnya. Sampai tak ada tempat lagi yang lain untuk mengenal yang lain. Bahkan akan lupa oleh apapun yang terjadi disekitarnya. Itulah cinta membuat keterbelakangan dan gila ketidak damaian. Kasih sayang juga merupakan bagian dalam mencitai, misalnya kasih sayang pri dan wanita yang merupakan titik awalan terjadinya keluarga sebagai unit masyarakat terkecil dan berkembang baik umat manusia dimuka bumi. Kasih sayang pria dan wanita yang sudah dewasa (akal balig) merupakan kodrat yang dapat dipungkiri karna akan melanjutkan jengjang pemerluasan kepada lanjutan kekeluargaan. Atas dasar kasih sayang timbul perpaduan hidup pria dan wanita dalam bentuk harmonis yang diakui dan dihargai oleh agama, hukum, dan masyarakat.

 Kasih sayang yang tulus satu sama lain dalam ikatan perkawinan harmonis dilandasi oleh perasaan sayang dan kemersan akan menjadi kunci kebahagian keluarga. Keluarga akan tumbuh berkembang sempurna menuju keluarga sakinah mawaddah warahma. Dalam kisah sayang pria dan wanita, keduanya dituntut tanggung jawab. Pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengetian, dan keterbukaan, sehingga keduanya sebagai suami istri merupakan kesatuan yang utuh. Deklarasi cinta terjadi atas sumber dari “unsur rasa” dalam diri manusia,ungkapan perasaan yang diberikan oleh akal, dan direalisasikan oleh karsa dalam bentuk tingkah laku dan perbuatan yang tanggung jawab. Rasa mencintai yang lengkap dengan tanggung jawab menciptakan keserasian, seimbangan dan kedamaian antara sesame manusia,antara manusia dan alam lingkungan serta antara manusia dan Tuhan. Jika demikian halnya, bagaimana rumusan konsep “Mencintai” dalam bentuk untaian kata-kata?.

Karna mencintai merupakan untain yang berasal dari rasa kasih sayang yang merupakan kata majemuk paduan dari 2hal (dua) istilah “kasih” dan “sayang”  yang satu sama lain ada kesamaan makna walaupun bentuk katanya berdeda. Tetapi jika disatukasn akan menjadi kata yang artinya berbobot sesuai yang dijelaskan diatas. Menurut arti kata “Mencintai” adalah perasaan ingin memiliki pengabdian dan pengorbanan. Dalam rumusan tersebut dapat uraikan 5 (lima) unsur deklarasi cinta, yaitu perasaan  sayang yanf meliputi cinta, senanga, suka, dan kasih. Kepada sesuatu, yaitu objek yang disayangi meliputi Tuhan sang pencipta, manusia dan alam lingkungan. Diungkapan secara nyata, yaitu dalam bentuk sikap, tingkah laku dan perbuatan nyata yang dapat diamati. Penuh tanggung jawab, yaitu segala akibat yang timbul atau adalah baik, berguna, menguntukan, menciptakan keserasian, seimbangan dan kebahagian. Serta pengabdian dan pengorbanan, yaitu segala keikhlasan atau kerelaan semata-mata, beban pengeluaran maupun perbuatan tindakan memperolah pengembalian atau imbalan.

Deklarasi cinta bukan hanya untuk orang satu keorangan satu lainnya. Melainkan bisa dari aspek kehidupan, misalnya manusia dengan tuhan, yang lebih spesifikasi. Misalnya kepada orang tua, kepada Sang Pencipta, kepada kekasih dan lain-lain. Macam-macam cinta menurut ERICH FROMM (1983 : 54) dalam bukunya seni mencintai mengemukankan tentang adanya berbagai macam-cinta yaitu. Pertama Cinta Diri Sendiri, secara alami manusia mencintai dirinya sendiri (self love) sdan banyak orang yang menafsirkan cinta diri sendiri didenntikan dengan egoistis. Jika demikian cinta diri sendiri ini bernilai negatif. Namuan apabila diartikan cinta diri sendiri adalah mengurus dirinya, sehingga kebutuhan jasmani dan rohani terpenuhi seimbang ini bernilai positif. Dengan demikian cinta terhadap dirinya tidak harus dihalangi tetapi harus seimbang dengan cinta kepada orang lain untuk berbuat baik. Kedua cinta sesama manusia atau persaudaraan adalah cinta kepada sesama manusia.

 Perbuatan dan perlakuan yang baik kepada sesama manusia bukan berarti karena seseorang itu membela, menyetujui, mendukung dan berguna, bagi dirinya, melainkan datang dari hati nuraninya yang ikhlas disertai tujuan yang mulai motivasi perbuatan dan perlakuan dan perlakuan seseorang mencintai sesama manusia itu disebabkan karena pada dasarnya manusia tidak dapat hidup sendiri (manusia sebagai mahluk sosial) dan sudah merupakan kewajiban. Ketiga, cinta erotis adalah cinta yang erat dorongannya dengamn dorongan seksual (sifat membiraihkan) ini merupakan sifat ekslusif (khusus) yang bisa memperdayakan cinta sebenarnya. Hal itu dikarenakan cinbta dan nafsu tersebut letaknya tidak berbeda jauh. Di sisi lain cinta erotis jika disadari dengan cinta ideal, kasih sayang, keserasian maka berfungsi dalam melestarikan keturunan dalam ikatan yang sah yaitu pernikahan. Sebaliknya, tidak didasari kasih sayang yaitu nafsu yang membutakan akal pikiran sehingga yang ada hanya nafsu birahi didalamnya akan timbul rasa ketidak puasan biasanya berakhir dengan sebuah perceraian bahkan akan mungkin timbul juga perselingkuhan atau ke tempat pelacuran yang didalamnya tidak mungkin akan timbul rasa kasih sayang. Yang memungkinkan hanya ada rasa nafsu birahi saja, nafsu yang dilakukan secara seksual atau hubungan badan yang nantinya dibayar dengan uang. Lalu keempat cinta ke-Ibuaan, adalah cinta atau kasih sayang ibu yang bersumber asli dari ibu, yang paling asli dan yang terdapat pada diri seorang ibu terhadap anaknya sendiri.

 Ibu dan anak terjalin suatu ikatan yang disebut fisiologi. Seorang ibu akan memelihara anaknya dengan sangat hati-hati dengan penuh naluri kasih sayang alami seorang ibu. Justru pada kalangan ahli ilmu jiwa, jiwa alami bapak itu bukan termasuk faktor fisiologis untuk anak, melainkan adalah psikis. Dan yang terakhir adalah cinta terhadap Allah, cinta yang merupakan puncak cinta manusia. Yang paling jernih, hanya untuk dan diperuntuk untuk Nya. Spiritual yanf dapat memberikan tingkat perasaan kasih sayang yang luhur, khususnya perasaan simpatik dan sosial. Cinta yang ikhlas seorang manusia kepada Sang Penciptanya akan membuat cinta menjadi kekuatan pendorong yang mengarahkan dalam hidup dan menundukan semua bentuk cinta yang lain. Cinta manusia kepada Sang Pencipta tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia karena manusia adalah mahluk ciptaan-Nya yang sengaja diciptakan paling sempurna.

Sebagai mahluk yang paling sempurna, sudah wajar jika seharusnya manusia bersyukur atas nikmat serta kuasa yang telah diperuntukan Sang Pencipta oleh dirinya. Sehingga manusia wajibmengabdi, menyembah, dan memuja Sang Pencipta. Pengabdian, penyembahan, dan pemujaan menjadi salah satu wujud kasih sayang manusia kepada Sang Pencipta. Dalam cinta nya kepada Sang Pencipta biasanya mahluk yang ditinggikan derajatnya atau manusia ini memiliki nilai kepasrahan serta keikhlasan berserah diri bahwasanya mereka sangat bersyukur dan berterimakasih telah dijadikan mahluk yang paling sempurna diatas muka bumi. Dan dari stulah kita sebagai mahluk yang mengetahui juga harus menyadari untuk selalu mengabdi dan bertaqwa.