MANUSIA DAN CINTA KASIH
B. PENGARUH DEKLARASI KEMAKNAAN
CINTA TERHADAP KEHIDUPAN MANUSIA
Sebab cinta adalah
kata lain dari memberi, memperhatikan,menimbulkan dan merawat. Itu berat untuk
dijalankan, pekerjaan cinta itu siklus yang sulit. Berat karena pekerjaan yang
harus dikerjakan secara ikhlas, dalam waktu lama. Sebab pekerjaan berat dalam
waktu begitu lama hanya dapat dilakukan oleh seorang yang memiliki kepribadian
tangguh dan kuat. Maka seseorang sudah seharusnya berhati hati dalam cinta,
dalam berkatab “Aku mencintai mu” kepada siapapun, sekalipun ia benar-benar
mencintainya. Karena itu adalah satu keputusan yang besar. Ada taruhan soal
hati dan kepribadian diantaranya. “Aku mencintai mu,” adalah ungkapan lain dari,
“aku ingin memberi mu sesuatu, bersama mu, melayani mu, untuk kebahagiaan serta
kesedihan yang akan terjadi nantinya. Untuk melengkapi dalam ketidak
lengkapan”. Lalu aku akan merawat dengan seganap kasih sayangku, proses
pertumbuhan diantara kisa atas karna cinta.
“Aku juga akan
melindungi dirimu dari segala sesuatu yang dapat merusak dirimu dan proses
pertumbuhan itu”. Taruhannya adalah kepercayaan orang yang kita cintai sendiri
terhadap apa yang selama ini kita percayai. Jika kamu mengatakan kepada seseorang, “Aku Mencintaimu,” kamu
harus membuktikan ucapan itu. Itu deklarasi jiwa bukan saja tentang rasa suka
dan tertarikan terhadapnya, tapi tentang kesiapan dan kemampuan melakukan
memberikan, kesiapan dan kemampuan berkorban, kesiapan dan kemampuan melakukan
pekerjaan-pekerjaan cinta seperti, memperhatikan, menumbukan, merawat, dan
melindungi. Sekali deklarasi cinta tidak itu terbukti, kepercayaan hilang
lenyap sudah. Tidak ada cinta tanpa kepercayaan. Mengapa cintah butuh waktu,
butuh pengorbanan serta yang lain?. Karna cinta bukan sekedar hal “Aku
mencitaimu” saja. Begitulah bersama waktu suami atau istri kehilangan
kepercayaan kepada pasangannya. Sikap, perilaku, dan perbuatan nyata disertai
tanggung jawab yang penuh pengabdian dan pengorbanan.
Perasaaan cinta kasih
sayang tanpa tanggung jawab dan pengabdian serta pengorbanan adalah kepalsuan
yang penuh dengan kebencian. Karna kehilangan kepercayaan dari seseorang yang
telah berani mengungkapan perasaan cintanya itu sama saja terbunuh oleh api besi
paling panas. Jalan hidup kita biasanya tidak lurus terus. Tidak juga
seterusnya pedakian. Atau bahkan penuruan. Karena itu konteks dimana
pekerjaan-pekerjaan cinta dilakukan tidak selalu secara emosional. Tapi
disitulah tantangannya untuk membuktikan ketulusan ditengah situasi yang sulit.
Disitulah konsistensi yang sulit, jauh lebih bisa mebuktikannya dalam situasi
yang longgar.
Mereka yang dicintai
dengan cara seperti itu biasanya merasakan bahawa hati dan jiwanya penuih
kedamaian cinta. Bahagia sebahagia-bahagianya. Puas sepuas-puasnya. Sampai tak
ada tempat lagi yang lain untuk mengenal yang lain. Bahkan akan lupa oleh
apapun yang terjadi disekitarnya. Itulah cinta membuat keterbelakangan dan gila
ketidak damaian. Kasih sayang juga merupakan bagian dalam mencitai, misalnya
kasih sayang pri dan wanita yang merupakan titik awalan terjadinya keluarga
sebagai unit masyarakat terkecil dan berkembang baik umat manusia dimuka bumi.
Kasih sayang pria dan wanita yang sudah dewasa (akal balig) merupakan kodrat
yang dapat dipungkiri karna akan melanjutkan jengjang pemerluasan kepada
lanjutan kekeluargaan. Atas dasar kasih sayang timbul perpaduan hidup pria dan
wanita dalam bentuk harmonis yang diakui dan dihargai oleh agama, hukum, dan
masyarakat.
Kasih sayang yang tulus satu sama lain dalam
ikatan perkawinan harmonis dilandasi oleh perasaan sayang dan kemersan akan
menjadi kunci kebahagian keluarga. Keluarga akan tumbuh berkembang sempurna
menuju keluarga sakinah mawaddah warahma.
Dalam kisah sayang pria dan wanita, keduanya dituntut tanggung jawab.
Pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengetian, dan keterbukaan,
sehingga keduanya sebagai suami istri merupakan kesatuan yang utuh. Deklarasi cinta terjadi atas sumber dari “unsur
rasa” dalam diri manusia,ungkapan perasaan yang diberikan oleh akal, dan
direalisasikan oleh karsa dalam bentuk tingkah laku dan perbuatan yang tanggung
jawab. Rasa mencintai yang lengkap dengan tanggung jawab menciptakan
keserasian, seimbangan dan kedamaian antara sesame manusia,antara manusia dan
alam lingkungan serta antara manusia
dan Tuhan. Jika demikian halnya, bagaimana rumusan konsep “Mencintai” dalam
bentuk untaian kata-kata?.
Karna mencintai
merupakan untain yang berasal dari rasa kasih sayang yang merupakan kata majemuk
paduan dari 2hal (dua) istilah “kasih” dan “sayang” yang satu sama lain ada kesamaan makna
walaupun bentuk katanya berdeda. Tetapi jika disatukasn akan menjadi kata yang
artinya berbobot sesuai yang dijelaskan diatas. Menurut arti kata “Mencintai”
adalah perasaan ingin memiliki pengabdian dan pengorbanan. Dalam rumusan
tersebut dapat uraikan 5 (lima) unsur deklarasi cinta, yaitu perasaan sayang yanf meliputi cinta, senanga, suka,
dan kasih. Kepada sesuatu, yaitu objek yang disayangi meliputi Tuhan sang pencipta,
manusia dan alam lingkungan. Diungkapan secara nyata, yaitu dalam bentuk sikap,
tingkah laku dan perbuatan nyata yang dapat diamati. Penuh tanggung jawab,
yaitu segala akibat yang timbul atau adalah baik, berguna, menguntukan,
menciptakan keserasian, seimbangan dan kebahagian. Serta pengabdian dan
pengorbanan, yaitu segala keikhlasan atau kerelaan semata-mata, beban
pengeluaran maupun perbuatan tindakan memperolah pengembalian atau imbalan.
Deklarasi cinta bukan
hanya untuk orang satu keorangan satu lainnya. Melainkan bisa dari aspek
kehidupan, misalnya manusia dengan tuhan, yang lebih spesifikasi. Misalnya
kepada orang tua, kepada Sang Pencipta, kepada kekasih dan lain-lain.
Macam-macam cinta menurut ERICH FROMM
(1983 : 54) dalam bukunya seni mencintai mengemukankan tentang adanya
berbagai macam-cinta yaitu. Pertama Cinta Diri Sendiri, secara alami manusia
mencintai dirinya sendiri (self love) sdan banyak orang yang menafsirkan cinta
diri sendiri didenntikan dengan egoistis. Jika demikian cinta diri sendiri ini
bernilai negatif. Namuan apabila diartikan cinta diri sendiri adalah mengurus
dirinya, sehingga kebutuhan jasmani dan rohani terpenuhi seimbang ini bernilai
positif. Dengan demikian cinta terhadap dirinya tidak harus dihalangi tetapi
harus seimbang dengan cinta kepada orang lain untuk berbuat baik. Kedua cinta
sesama manusia atau persaudaraan adalah cinta kepada sesama manusia.
Perbuatan dan perlakuan yang baik kepada
sesama manusia bukan berarti karena seseorang itu membela, menyetujui,
mendukung dan berguna, bagi dirinya, melainkan datang dari hati nuraninya yang
ikhlas disertai tujuan yang mulai motivasi perbuatan dan perlakuan dan
perlakuan seseorang mencintai sesama manusia itu disebabkan karena pada
dasarnya manusia tidak dapat hidup sendiri (manusia sebagai mahluk sosial) dan
sudah merupakan kewajiban. Ketiga, cinta erotis adalah cinta yang erat
dorongannya dengamn dorongan seksual (sifat membiraihkan) ini merupakan sifat
ekslusif (khusus) yang bisa memperdayakan cinta sebenarnya. Hal itu dikarenakan
cinbta dan nafsu tersebut letaknya tidak berbeda jauh. Di sisi lain cinta
erotis jika disadari dengan cinta ideal, kasih sayang, keserasian maka
berfungsi dalam melestarikan keturunan dalam ikatan yang sah yaitu pernikahan.
Sebaliknya, tidak didasari kasih sayang yaitu nafsu yang membutakan akal
pikiran sehingga yang ada hanya nafsu birahi didalamnya akan timbul rasa
ketidak puasan biasanya berakhir dengan sebuah perceraian bahkan akan mungkin
timbul juga perselingkuhan atau ke tempat pelacuran yang didalamnya tidak
mungkin akan timbul rasa kasih sayang. Yang memungkinkan hanya ada rasa nafsu
birahi saja, nafsu yang dilakukan secara seksual atau hubungan badan yang
nantinya dibayar dengan uang. Lalu keempat cinta ke-Ibuaan, adalah cinta atau
kasih sayang ibu yang bersumber asli dari ibu, yang paling asli dan yang
terdapat pada diri seorang ibu terhadap anaknya sendiri.
Ibu dan anak terjalin suatu ikatan yang
disebut fisiologi. Seorang ibu akan memelihara anaknya dengan sangat hati-hati
dengan penuh naluri kasih sayang alami seorang ibu. Justru pada kalangan ahli
ilmu jiwa, jiwa alami bapak itu bukan termasuk faktor fisiologis untuk anak,
melainkan adalah psikis. Dan yang terakhir adalah cinta terhadap Allah, cinta
yang merupakan puncak cinta manusia. Yang paling jernih, hanya untuk dan
diperuntuk untuk Nya. Spiritual yanf dapat memberikan tingkat perasaan kasih
sayang yang luhur, khususnya perasaan simpatik dan sosial. Cinta yang ikhlas
seorang manusia kepada Sang Penciptanya akan membuat cinta menjadi kekuatan
pendorong yang mengarahkan dalam hidup dan menundukan semua bentuk cinta yang
lain. Cinta manusia kepada Sang Pencipta tidak dapat dipisahkan dari kehidupan
manusia karena manusia adalah mahluk ciptaan-Nya yang sengaja diciptakan paling
sempurna.
Sebagai mahluk yang
paling sempurna, sudah wajar jika seharusnya manusia bersyukur atas nikmat
serta kuasa yang telah diperuntukan Sang Pencipta oleh dirinya. Sehingga
manusia wajibmengabdi, menyembah, dan memuja Sang Pencipta. Pengabdian,
penyembahan, dan pemujaan menjadi salah satu wujud kasih sayang manusia kepada
Sang Pencipta. Dalam cinta nya kepada Sang Pencipta biasanya mahluk yang
ditinggikan derajatnya atau manusia ini memiliki nilai kepasrahan serta
keikhlasan berserah diri bahwasanya mereka sangat bersyukur dan berterimakasih
telah dijadikan mahluk yang paling sempurna diatas muka bumi. Dan dari stulah
kita sebagai mahluk yang mengetahui juga harus menyadari untuk selalu mengabdi
dan bertaqwa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar