Rabu, 25 November 2015

Manusia dan Kebudayaan , C Strategi Dalam Upaya Mempertahankan Kebudayaan

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

C .     STRATEGI DALAM UPAYA MEMPERTAHANKAN KEBUDAYAAN

Mempertahankan kebudayaan dapat dilakukan degan berbagai cara, kita sebagai penerus bangsa seharusnya menjadi peran contoh untuk sekitar. Untuk orang yang lebih tua bahkan adik atau orang dibawah kita. Bukan hanya sekedar mencemooh budaya yang kota miliki dengan beranggapan bahwa berbudaya itu ketinggalan zaman. Karena kebanyakan zaman sekarang hanya dapat memulasikan peradaban kebudayaannya. Contohnya jika ada seorang memainkan sebuah musik tradisi di dekat kita, apa yang kita lakukan?, kita menjadikannya bahan pembicaraan dengan yang lain sehingga menjadi bahan tertawaan (hal tersebut lah beberapa kali diperhatikan oleh banyak orang di sekitar lingkungan tempat tinggal). Bagaimanapun kesenian akan punah jika tidak ada penghargaan. Alangkah baiknya jika kita lebih baik diam daripada mencemooh dan menertawakan orang yang sedang asik berkesenian tradisional. Atau justru seharusnya kita belajar untuk mendalami karya tersebut.

Lalu dengan cara mencintai untuk menimbulkan rasa ingin tahu. Maka lebih menghargai. Mungkin kata-kata cinta terlepas dari segala hal agar untuk mendapatkan kemajuan yang lebih baik. Tetapi menurut penulis, mencintai itu bukan berarti hanya dengan basa-basi saja.Contoh para pembaca membaca pasti karna ingin tahu, ingin memahami yang menimbulkan rasa cinta terhadap tanah air. Di negara kita belakangan ini, hati masyarakat yang lebih mengutamakan kemauan dan keinginan. Menjadikan trend bangsa asing untuk berbudaya di dalam bangsa kita. Bagaimana tidak, bila kita melihat pertunjukan Band di tempat kita masing-masing, kita rela berdesak-desakan. Tetapi, bila ada kesenian daerah di tempat yang sama pasti para penonton nya bisa dihitung dengan mata telanjang. Dengan kata lain, tidak gaul, gensi tinggi  itu juga yang jadi alasan.

 Tetapi,dengan hal seperti itu justru menjadikan masyarakat yang menghindar dari budaya. Karena antusias yang berkurang juga jadi alasan untuk tidak mencintai budaya.
Ingatlah, orang lain tidak akan berani mencuri apa yang kita anggap berharga. Lalu kalau dari segi pengetahuan tentang kebudayaan pun kita sangat lemah, bagaimana kita mempertahankannya? Apalagi budaya sangatlah penting karna budaya merupakan cermin Negara kita. Sebagai contoh, Bila orang lain mencuri kain di jemuran di rumah kita, sedangkan kita tidak pernah mengangkat kain dari jemuran itu selama satu minggu. Dan di waktu yang akan datang dia memakai kain tersebut dan kita mengatakan itu milik kita dan dia membantah, kita hanya bisa mencibir, memaki, dan menghujat.

Bukankah itu hal yang tidak di pekerjaan oleh orang yang pintar. Tetapi bila di kain tersebut kita berikan tanda yang spesifik, dan kita mengenal betul bagaimana tandanya, si pencuri tersebut tidak akan bisa berbuat apa-apa. Oleh karena itu, gunakan rasa ingin tahu untuk mengenal kebudayaan bangsa kita. Tetapi rasa ingin tau tidak akan ada kalau tidak ada rasa cinta yang mendasar. Itu sama saja seperti arti kebudayaan kita. Sebagai prioritas atau tanda kepemilikan yang terikat. Bukan sekedar ‘saya tahu’ tapi spesifikasinya 0 besar. Sehingga apa-apa yang terjadi kita hanya bisa mengolok, mencibir, memaki bahkan menghujat. Pantas mereka berani meng-klaim apa yang kita miliki karna mereka tahu bahwa kita hanya sekedar ‘tahu’ bukan memiliki dan mencintai. Mencintai bukan hanya sekedar pasangan atau sanak saudara tapi juga untuk bangsa.

Strategi itu lah yang bisa kita lakukan di tahap awal agar kebudayaan kita tetap terjaga. Seandainya saja cara-cara tersebut bisa kita tanamkan pada diri kita masing-masing pasti, pencurian terhadap kebudayaan bangsa ini pasti tidak ada. Karena cara tersebut menunjukkan kalau kita perduli akan kemajuan kesenian yang ada. Maka kalau saat ini Indonesia mengalami peperangan kebudayaan. Peperangan yang belakangan ini dimenangkan oleh pihak lain karena kita tidak siaga. Peperangan itu meliputi peperangan dengan kebudayaan Asing yang terus-menerus merubah pola pikir mayarakat Indonesia karena mengganggap kebudayaan Asing lebih maju, dan peperangan terhadap pencurian asset-asset kebudayaan Indonesia. Semakin lama kita pasti semakin terpuruk kalau tidak menggunakan strategi untuk kelestarian budaya. Sudah seharusnya kita beralih pikir bahwa kita dapat melakukan lebih baik lagi untuk bangsa Indonesia.

Sebagai bahan perbandingan, kita bisa melihat kesenian (musik) di negara Asing dengan kesenian (musik) di Indonesia. Contohnya di Eropa, mereka memiliki Mozart dan yang lain sebagai pencipta musik klasik yang monoton sebagai musik asli di sana, sedangkan di Indonesia beribu jenis musik aslinya. Dari hal ini terlihat jika dibandingkan, kalau kita masyarakat Indonesia sekarang ini adalah keturunan dari orang-orang kreatif dan yang pintar. Mengapa kita tidak teruskan kekreatifan kita untuk kelangsungan kebudayaan?. Itulah pola pikir masyarakat yang seharusnya kita ubah. Menjadikan hal yang sepele jadi besar. Padahal spesifikasi bukan hanya dari yang kita anggap gampang apalagi sepele.contoh seperti diatas saja dari music kita seperti dijajah secara perlahan?.
Belakangan ini justru modernisasi menyebabkan peradaban manusia ke arah yang lebih maju.Inovasi-inovasi mutakhir yang biasanya ditemukan negara-negara barat kemudian diintroduksikan ke negara berkembang seperti Indonesia. Proses akulturasi menyebabkan perubahan unsur-unsur budaya seperti nilai, norma, kebiasaan, larangan, konvensi, mitos, simbol. Ada pergeseran nilai kebudayaan sehingga cenderung lebih bebas.Untuk menghindari hal-hal negatif akibat akulturasi diperlukan kesadaran diri sendiri dan lingkungan agar dapat menyeleksi mana yang baik dan mana yang buruk. Dan mana yang bisa kita pilih sebagai tempat untuk menyesuaikan apa yang kita punya dan miliki sebagai bangsa. Bukan hanya untuk mencemooh saja.
Bagaimana tidak?, meniru saja hal yang dapat dilakukan generasi. Padahal tanpa sepengetahuan mereka justru bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat berbudaya dan cerdas karna ke kreatifannya. Lalu dengan apa kita dapat berkembang jauh lebih baik?. Maka, yang harus kita lakukan agar membantu mengembangkan budaya  antara lain Ikut berpartisipasi dalam mengembangkan budaya kita sendiri yang lahir sejak dahulu. Berperan serta menjaga dan melindungi kebudayaan yang telah ada sampai saat ini.  Tidak terpengaruh oleh budaya lain dari budaya sendiri. Mengapresiaskannya didalam kehidupan sehari – hari agar patut dicontoh olehmasyarakat luas. Mencintai aneka ragam budaya tanah air dengan sungguh – sungguh.

Selain itu kita juga harus tahu dimana kelemahan bangsa Indonesia serta kelebihan bangsa kita Indonesia. Dengan seperti itu untuk mengarah kearah perbaikan tidak perlu merepotkan letak dimana kekurangan serta kelebihan yang bisa kita manfaatkan. Mengapa tidak?, Indonesia memiliki ragam yang banyak dan dapat kita perluaskan dalam segihal apapun. Dalam asean misalnya, dengan cara perdangan internasional. Kita melihatkan batik sebagai tanda diantara Negara lain yang ada. Membuktikan bahwa batik adalah cirri kami “bangsa serta warga Negara Indonesia”. Lalu mengartisipasikannya bahwa kami bangga, kami memiliki, dan kami akan menjaganya. Dengan seperti itu maka mereka akan segan untuk meng-klaim apa yang menjadi milik kita.


Dalam hal ini kita haus memiliki peluang. Ya,peuang untuk merdeka dalam jajahan secara halus (perlahan). Bukan malah menjadikan bahwa Negara kita dibantu. Dalam kenyataan kita dibodohi secara halus,melalui taktik mereka yang tidak tertebak secara langsung oleh semua warga masyarakat Indonesia.kita bisa menumbuh kembangkan karya-karya seni yang ada misalnya. Menjadikan segala sector untuk menambah perekonomian Negara. Meningkatkan kreatifitas serta inovasi melalui berbagai kegiatan penyuluhan demi generasi penerus yang baik dan dapat dicontoh lagi dikemudia waktu. Melebar luaskan budaya Indonesia melalui semua hal, tetapi dalam aspek yang nilanya positif. Bilapun negatif juga diberi sanggahan tertentu. Inovasi yang menyebarluaskan asset kepemilikan bangsa kita. Menginovasikan nilai pencritaan Negara dimata dunia sehingga nantinya Indonesia dapat lebuh terpandang di mata dunia.


Bukan hanya untuk generasi penerus, seharusnya semua golongan ditekankan dalam menjaga kelestarian suatu kebudayaan. Itu mengapa penulis menulis judul “Strategi dalam upaya mempertahankan kebudayaan”. Supaya dalam semua tingkatan merasa adil atau tidak dibeda-bedakan. Justru dengan adanya gejolak bersama untuk membangun sebuah sikap menjaga suatu kebudayaan yang kita miliki, yang kita rasakan, yang kita juga banggakan. Dari semua kalangan tanpa memandang siapa A,B bahkan C hingga Z. semua harus menjadi satu bagian yang takkan terpisahkan. Untuk membentuk suatu kebijakan yang mebuat Negara lain malu bakan tak akan berani menyanggah Negara kita. Tidak seperti saat ini, kita saja malu memarkan asset-aset Negara. Ya walaupun tidak semua orang memiliki hak untuk itu, hanya sebagian saja yang menganggap bahwasanya budaya mereka tak-akan diklaim.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar