Senin, 23 November 2015

manusia dan kebudayaan



ILMU BUDAYA DASAR



1.MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
 A. Kaitan Manusia Dengan Budaya
SITI MUNAWAROH
11/10/2015












Kebudayaan merupakan keselarasan antara manusia dengan alam yang bukan hanya dipakai untuk mengembangkan daya dukung alam,tetapi juga dapat dipakai untuk mengembangkan diri manusia serta masyarakat sekitar.Kebudayaan merupakan hasil pemikiran atau akal manusia yang pada akhirnya secara tidak sadar mereka juga sebagai perusak apa yang telah mereka ciptakan dari hasil pikirannya sendiri . Padahal dalam kesehariaan hidup bermasyarakat , manusia tidak akan lepas dari kebudayaan itu sendiri.

PENGANTAR
Sebagian besar masyarakat di Indonesia secara umun berkeseharian dalam suatu kebudayaan, karna manusia merupakan makhluk yang paling sempurna diantara makhluk lainnya.Hubungan antara manusia dengan kebudayaan sangatlah erat.Kata kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta yaitu buddhayah, yang juga merupakan bentuk dari kata buddhi ataupun juga budi dan akal yang diartikan erat dengan budi dan akal manusia.
Selain itu juga terdapat keanekaragaman manusia dan kebudayaan yang berada di muka bumi contohnya saja di Indonesia.Adanya perbedaan tersebut membuat serta mengajarkan untuk beradaptasi dari zaman ke zaman atau dari ciri-ciri pembeda diantara kebudayaan yang ada.Keanekaragaman kebudayaan disebabkan oleh lingkungan tempat tinggal yang berbeda atau bisa dari faktor ekologi.

A.    KEBUDAYAAN


I.       PENGERTIAN KEBUDAYAAN
Kata kebudayaan berasal dari kata budh dalam bahasa sanskerta yang berati akal, kemudian menjadi kata budhi yang berarti tunggal dan budhaya yang berarti majemuk, sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil pemikiran atau akal manusia.Ada pendapat yang mengatakan bahwa kebudayaan merupakan unsure rohani, ikhtiar sebagai unsur jasmani yang sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil akal dan ikhtian manusia.Dalam bahasa inggris kebudayaan adalah culture, berasal dari bahasa yunani yang berarti tanah.Maka dari hal tersebut dengan mengerjakan tanah manusia akan mulai hidup sebagai penghasil makanan (food producing). Hal ini berarti bahwa manusia tidak hanya menggantungkan dirinya kepada alam untuk meminta kehidupan (food gathering).Dalam penggunaan sehari-hari budaya juga sering dijadikan sebagai system pemikiran yang mencakup dalam system gagasan, konsep-konsep, serta pemaknaan yang mendasar dalam pembelajaran.Kebudayaan juga mengacu kepada pola kehidupan suatu masyarakat dan pola dari perilaku yang berupa suatu gagasan untuk mengacu gagasan serta kepercayaan, yang menjadi pedoman untuk tindakan mereka sehari-hari. Kebudayaan menurut beberapa para ahli :

A.    Ki hajar dewantara
Menurut Ki Hajar Dewantara berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat , yakni alam dan zaman yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan.



B.     Koentjaraningrat
Koentjaraningrat mengatakan bahwa kebudayaan berarti keseluruhan gagasan dan karya
manusia yang harus dibiasakannya dengan belajar dan keseluruhan hasil budi pekertinya.

C.     Malinowski
Menyebutkan bahwa kebudayaan berdasarkan prinsipnya atau berbagai system kebutuhan manusia.Tiap tingkatan kebutuhan itu menghadirkan corak budaya yang khas. Misalnya, guna memenuhi kebutuhan manusia akan keselamatan timbul kebudayaan yang berupa perlindungan.




    II.            PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN

Keselarasan hubungan antara manusia dengan lingkungan fisik, bukan hanya dapat dipakai untuk mengembangkan daya dukung alam, tetapi juga mengembangkan daya atau pola manusia dan masyarakat. Apabila ini benar terjadi maka akan tercapai suatu keselarasan dalam berbudaya. Kondisi ini mengakibatkan keselarasan antar pembangunan bangsa yang saling mempengaruhi.Karena itu juga, perbedaan keanekaragaman yang ada membuat pola adaptasi muncul.Budaya juga sering dijadikan sebagai system pola pemikir adaptasi yang berbeda tersebut supaya dapat menciptakan keselarasan hidup saling menghormati.Selain harus melewati perkembangan kebudayaan, manusia dalam bermasyarakat dan berbudaya juga memiliki aturan main yang berbeda di setiap kehidpuan bermasyarakat. Karena setiap manusia yang ada memiliki perilaku ataupun cirri khas yang beda. Oleh karena itu menurut Rapl Linton dalam berkehidupan masyarakat harus ada garis-garis yang menjadi petunjuk dalam hidup (design for living), misalnya :

1. Bagaimana orang itu harus berlaku
2. Perlu tidaknya diadakan upacara atau acara yang menyangkut cirri khas tradisional

    II.            FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUDAYAAN

Terwujudnya suatu kebudaan dipengaruhi oleh factor secara garis besar.Indonesia terletak dalam posisi silang (cross position) dunia.Kebudayaannya memiliki konsekuensi yang besar dari pengaruh luar, dalam hal ini, sejarah telah menggambarkan dengan nyata.Selain pengaruh luar, masalah waktu juga sebenarnya menggambarkan dengan nyata.Selain pengaruh luar, masalah waktu sebenarnya juga ikut berperan dalam pembentukan suatu kebudayaan.Misalnya, dalam fase pertama, Indonesia mendapat pengaruh Hindu-Budha (abad V-X) dalam fase kedua, Indonesia dapat pemgaruh Islam (abad XI-XVI), dan dalam fase ketiga mendapat pengaruh dalam kebudayaan barat (abad XVI-XX). Di masa fase tersebut Indonesia meleburkan diri agar dapat memilah manakah kebudayaan yang baik, yang sama ataukan juga yang berbeda.

Faktor kitaran geografis adalah faktor yang fisik lokasi geografis merupakan suatu corak budaya sekelompok masyarakat. Dengan kata lain, berperan besar dalam pembentukan suatu kebudayaan. Kitaran dalam faktor geografis juga menjadikan masyarakat dalam himpunan tertentu harus hidup dengan menganut penghormatan agar terciptanya keselarasan hidup bersama. Dengan hal itu maka menjadikan suatu manusia dalam masyarakat bertindak sesuai norma yang berlaku di kitaran daerahnya. Dengan kata lain kitaran geografis juga disebut sebagai determinisme yang membentuk suatu keciri khasan sebuah budaya.

Faktor Induk Bangsa, ada dua pandangan yang berbeda mengenal faktor induk bangsa ini, yaitu pandangan Barat dan pandangan Timur. Pandangan barat berpendapat bahwa perbedaan induk bangsa dari beberapa kelompok mempunyai pengaruh pandangan terhadap suatu corak budaya.


B.     MANUSIA

       I.            POSISIMANUSIA DIANTARA MAHKLUK LAIN

Secara mutlak di atas muka bumi dapat dibedakanatas empat macam yang menjadikan sebuah tingkatan, yaitu benda mati, tumbuh–tumbuhan, binatang, dan manusia.Yang pertama merupakan anorganisme dan tiga sisanya adalah organisme.Benda mati yang dimaksud anorganisme karena mempunyai ciri-ciri tetap dan statis yang artinya tetap tidak berubah bentuk ataupun berkembang biak dan statis yang artinya tidak akan berpindah atau bergerak, kecuali ada kekuatan dari luar yang membantunya bergerak. Tumbuh-tumbuhan dikatakan organisme karna dapat berkembang biak, bertumbuh, serta berkembang dari kecil ke besar. Tumbuhan juga memiliki metabolisme atau cirri-ciri kehidupan karna tumbuhan memiliki tingkat yang lebih tinggi dibandingkan dengan benda mati. Dalam tubuh tumbuhan mampu mengadakan pernapasan dan respirasi sehingga dapat merangsang dirinya untuk mempertahankan diri, mampu bereaksi dan juga berkembang biak. Tetapi,tumbuh-tumbuhan tidak dapat melakukan perpindahan dari suatu tempat ke tempat yang lain, kecuali ada bantuan tenaga dari luar. Binatang merupakan organisme yang tingkatannya berada diatas dari tumbuh-tumbuhan karena binatang dapat bergerak menurut kehendaknya sehingga bisa berpindah tempat.Yang terakhir adalah manusia, manusia sebenarnya secara biologis juga disebut binatang, khususnya binatang yang menyusui, tetapi karena makin sadar akan kelebihannya yang lebih dapi pada binatang maka manusia dipisahkan oleh binatang. Manusia memiliki akal, wawasan, pikiran, dan kesadaran diri sehingga memungkinkan manusia untuk menciptakan kebudayaan.
Perbedaan tingkatan benda mati, tumbuhan, binatang, dan manusia jga menimbulkan perbedaan tigkatan tingkah laku.Tingkatan tingkah laku anorganis tunduk kepada hukum alam yang cirri-cirinya sudah pasti ada. Misalnya, kapas yang ringan maka akan mudah terbawa angin. Tingkah laku tumbuhan (vegetatif) mengalami proses pertumbuhan dan kehidupan yang sumber hidupnya dari enirgi vital tumbuhan itu sendiri atau factor intern dan ekstern. Faktor intern adalah factor dalam yang misalnya sirkulasi air atau getah dalam tumbuhan dan factor ekstern adalah factor dari luar tumbuhan misalnya cuaca, manusia yang merawatnya dan lain-lain.Tingkatan tingkah lakupada binatang (animal) lebih sulit lagi untuk diperhatikan karena unsure hiddupyang psikis, pada binatang terdapat kesadaran tapi belum ada unsure kesadaran diri. Binatang memiliki dorongan (drives) dan naluri (instinct) sehingga keadaan pada binatang lebih baik dari pada yang ada pada tumbuhan. Sebenarnya ada factor luar yang bisa menjadikan unsure tersebut misalnya ninatang yang dilatih untuk sirkus atau eksperimen.
Tingkah laku manusia (human) makin lebih baik disbanding dua mahluk hidup yang ada tadi.Manusia dapat bergerak, memiliki akal untuk berfikir, memiliki wawasan untu belajar dan lain-lain.manusia memerlukan materi untuk mencukupi kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan dalam hidupnya, seperti memenuhi kerohanian serta kepuasan pada dirinya. Setelah manusia telah cukup memenuhi kebutuhan fisiknya, ia akan mengembangkan untuk kebutuhan lainya seperti absoulut atau religious. Dalam proses pengembangan ini manusia menyembahkan diri kepada sang pencipta-Nya sesuai dengan agama apa yang mereka anut atau mereka yakini. Disini terlihat bedanya dalam tingkat tingkah laku ini tidak mungkin ada organisme lain yang bisa menyerupai. Dan dari uraian ini, nyata bahwa manusia menempati posisi paling teratas dibandingkan dengan benda mati ataupun binatang serta tumbuhan. Oleh karena itu, sebutan manusia lebih unggul dan paling beradab tidak lain karena manusia meiliki kemampuan untuk melakukan suatu hal yang tidak bisa dilakukan oleh primat lain.
Aspek-aspek manusia terdiri dari dua aspek yaitu tubuh dan jiwa.Yang artinya tubuh tidak disertai jiwa maka bukanlah manusia, tetapi adalah mayat.Sebaliknya, jika tubuh tanpa jiwa maka bukan mausia melainkan jin atau setan. Tubuh atau jasmani bersifat materi, dapat dilihat,diraba, dan dirasa sehingga wujudnya itu nyata. Tubuh dinilai lebih rendah dari pada jiwa karena bila seorang telah meninggal mak tubuhnya akan membusuk atau hancur dan akhirnya akan lenyap, sedangkan jiwa atau rohani sifatnya abadi.kapal sebagai tubuh serta nahkoda sebagai jiwa yang mengendalikan tubuh. Ada kapal tanpa nahkoda maka kapal itu tidak tentu arah karna terombang-ambing arahnya oleh gelombang laut.Sebaliknya nahkoda tanpa kapal maka nahkoda itu bukan apa-apa, bukan disebut nahkoda yang harus mengemudikan kapal.Dapat juga kita bandingkan dengantubuh dan jiwa dengan rumah dan penghuninya. Rumah yang dibuat oleh manusia itu sendiri, tetapi tidak dihuni akan memberikan kesan menakutkan atau angker.
Majunya ilmu teknologi memungkan manusia makin tahu tentang tubuhnya,seperti system syaraf, darah merah dan darah putih serta lain-lain. Namun kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi itu tidak secara otomatis membuka tabir rahasia manusia.Secara umum, tubuh manusia terdiri atas tigabagian yaitu, kepala, badan, dan anggota badan.Pada kepala, tempat indera masuk berada, terdapat telinga, mata, hidung, dan mulut.Pada kepala, terdapat otak yang digunakan manusia untuk dan dapat berfikir. Badan manusia yang terdiri dari jantung, paru-paru, hati dan lain sebagainya yang semacam “pabrik”. Anggota badan terdiri atas tangan untuk memegang sesuatu yang diperlukan dan juga kaki yang berfungsi untuk membawa seluruh tubuh (kepala misalnya).Dalam peran fungsi kedua aspek tersebut tidaklah mudah untuk menentukan peran mana yang lebih penting.Dengan itu timbulah tiga aliran berikut ini.
1.      Aliran Materialisme

Aliran yang berpendapat bahwa tubuhlah yang paling penting, karna jiwa dalam tubuh hanya merupakan masalah yang kurang penting dan jiwa hanya membonceng saja dalam tubuh.Menurut Ludwig Feuerbach(1804-1872) “dibalik manusia tidak ada mahkluk lain yang misterius yang disebut dengan jiwa, seperti tidak adanya Tuhan dalam ala ini.” Selanjutnya, ia berpendapat bahwa sesuatu yang nyata bila dapat dirasakan dengan panca indera.

2.      Aliran Spiritualisme

Aliran spiritualisme berpendapat bahwa yang terpenting pada diri manusia adalah jiwa (psyche). Tokohnya antara lain Planto (427-347 SM),berpendapat bahwa “jiwa lebih agung dari pada badan karena jiwa telah ada di alam atas sebelum masuk kedalam badan, jiwa itu terjatuh kedalam hidup duniawi, lalu terikat kepada badan yang akhirnya lahir manusia yang fana”.

3.      Aliran Dualisme

Berpendapat bahwa jiwa dan tubuh sama pentingnya. Tokohnya anatara lainRene Descartes(1569-1650), yang mengatakan bahwa “jiwa adalah subtansi untuk berfikir sedangkan tubuh adalah subtansi secara keluasaan. Hubungan antara tubuh dan jiwa bukanlah seuatu yang ditambahkan, melainkan sesuatu yang hakiki sehingga tanpa salah satunya berarti bukan merupakan insan”.


Daya manusia dibawah lima tahun (balita), kondisinya sangat lemah bila dibandingkan dengan mahkluk hidup lainnya. Setelah melalui pematangan proses seperti pendidikan manusia dapat menentukan apa saja yang ia harus kehendaki dalam belajar berkehidupan. Seperti memperoleh perasaan yang baik, fantasi, kemampuan, perilaku yang khas dan lain laindaya dalam manusia seharusnya dapat di kembangkan dalam metode aspek yang dapat mengubah nya kearah yang posiitif agar dapat menjadikan pribadi yang baik untuk sekitar juga. Karena daya mempengaruhi temperamental yang dimiliki oleh manusia daya juga mempengaruhi cara seseorang dalam berperilaku, bertindak serta melakukan banyak hal. Jadi memang keharusan untuk manusia agar apa yang ia sudah miliki harus dikembangkan lagi secara terus menerus. Daya yang dimiliki oleh manusia seperti halnya:

A.    Akal dan Inteligensi
Inteligensi merupakan kemampuan manusia yang bersifat potensial Kemampuan berfikir manusia mempunyai fungsi untuk meningkatkan kembali apa yang menjadi tugasnya, lalu membentuk konsep untuk memecahkan tugasnya dan pada akhirnya membentuk tingkah laku yang nyata dalam usaha untuk mencapai tujuannya.

B.     Perasaan dan Emosi

Perasaan dan emosi merupakan dua bagian dari aspek psikis seseorang. Perasaan merupakan
warna atau suasana psikis seseorang yang menyertai suatu situasi khusus. Misalmnya perasaan benci, sedih ,senang, dan lain sebagainya. Pada umumnya perasaan dibagi atas dua yaitu perasaan rendah dan perasaan luhur.Perasaan rendah timbul karena adanya jenis perasaan seperti perasaan naluri, pengindraan, tanggapan, dan vital. Sedangkan perasaan luhur adalah perasaan yang sangat erat kaitannya dengan hal-hal kerohanian lalu memberikan cirri manusiawi.Yang erat kaitannya dengan perasaan adalah emosi, emosi sebagai wujud perasaan yang kuat.Perasaan yang hanya menyangkut kerohanian, sedangkan emosi mempengaruhi jasmani dan rohani.Perasaan tidak menguasai imdividu, sedangkan emosi dapat menguasai individu.


C.     Kemauan

Menurut Dra.Kartini Kartono(1984:134) dalam bukunya Psikologi Umum, kemauan adalah
dorongan kehendak yang terarah pada tujuan-tujuan hidup tertentu yang dikendalikan oleh pertimbangan akal budi. Kemauan dalam kaitan Ilmu Budaya Dasar adalah untuk melahirkan keindahan.Karena adanya rasa indah itu perlu didukung oleh adanya kemauan manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah.Apabila seseorang telah mengambil keputusan sesuai tanggung jawabnya maka ia tidak akan ragu ataupun bimbang dalam perjalanan hidupnya. Proses terjadinya kemauan dapat dibedakan menjadi tiga fase. Pertama, momen dorongan merupakan fase yang mengandung motif pendorong agar seseorang dapat atau mau melakukan sesuatu.Kedua ,momen pilihan dimana fase ini seseorang sebagai homo sapiens atau homo economicus dalam berfikir untuk memilih mana yang akan membuatnya untung atau rugi. Ketiga, momen keputusan merupakan fase yang dijadikan arah yang akan ditempuh oleh seseorang itu.

D.    Fantasi

Fantasi adalah suatu daya jiwa untuk menciptakan sesuatu yang baru yang merupaka suatu kreasi.Fantasi memberikan arti penting dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu dalam pendidikan diperlukan adanya pengarahan agar anak-anak mampu berprestasi, karena dengan fantasi daya fikir seseorang akan berkembang.


E.     Perilaku

Keempat daya yang tadi merupakan hal-hal yang menentukan perilaku seseorang.Faktor utamanya yaitu pembawaan dan lingkungan sekitar.Faktor utama, yaitu pembawaan atu keturunan terbentuk saat terjadinya pembuahan, yaitu sel telur ibu bertemu dengan sel sperma ayah.Faktor kedua, yaitu lingkungan merupakan alam kedua dalam masa kelahiran yang ikut membentuk karakter seseorang.Bahkan juga membentuk tempramen sehingga membentuk pribadi tertentu.


Tipologi manusia, adalahpengetahuan yang mencoba menggolong-golongkan manusia atas dasar kepribadian.Secara grafis besarnya, pribadi manusia terdiri atas individualitas biologis dan individualitas psikologi, atau seperti telah dijelaskan bahwa manusia memiliki aspek jasmaniah dan aspek rohaniah.Secara umum sebenarnya susunan jamani manusia memiliki kesamaan walaupun terdapat perbedaan individual, namun tidak merupakan masalah pokok.dalam tingkatan kepribadian atas dasar psikologis lebih mencolok disbanding dengan tingkat kehidupan lainnya. Pertama tingkat vital, adalah tingkat dimana yang merasakan adalah tubuh manusia it sendiri misalnya haus,lapar,dan seks. Tingkat kedua adalah tingkat dalam hidup konkret atau nyata seperti dorongan dari lingkunan sekitar. Tingkat ketiga adalah tingkat psico-human dimana ada pendalaman tentangreligius dimana nilai-nilai yang bersifat universal. Sifat universal seperti saling menghormati dan tahu diri.Sifat-sifat totalitas dalam manusia, baik yang ama ataupun tidak merupakan suatu totalitas kepribadian.

Tempramen berate campuran, yaitu campuran dalam tubuh(empedu, darah merah, lender dlan lain-lain). Cairan yang banyak dan dominan akan memberikan cirri pada tempramen. Oleh karena itu, sifat tempramen biasanya relative konstan.Karakter(sifat) seseorang sebagian ditentukan oleh hereditas sejak lahir dan sebagian lagi oleh pengaruh pendidikan. Dengan seperti itu maka sebenarnya suatu karakter akan dapat berubah. Ilmu yang khusus mempelajari soal karakter disebut dengan karakterologi, berasal dari bahasa Yunani, yang berarti goresan atau coretan.Bakat seseorang ditentukan dengan kelahiran atau keturunannya sehingga sifat ini juga cenderung konstan.Kondisi-kondisi keseluruhan merupakan suatu kepribadian yang totalitas, tetapi dalam menentukan tipoogi cenderung terletak pada aspek-aspek psikisnya.
Pada awalnya, hampir semua ilmu pengetahuan berdasarkan atas bukti-bukti fisik sehingga ilmu fisika merupakan salah satu pengetahuan awal yang banyak dikemukakan oleh pemikir di Yunani.Contohnya ilmu pengetahuan yang memusatkan diri pada manusia sehingga lahir pengetahuan filsafat. Psikologi merupakan salah sat caban dari filsafat, pada mulanya dikaitkan dengan kondisi manusia itu sendiri. Pada abad XXX psikologi mengalami perubahan yang mendasar bahwa psikologi tidak berorientasi pada hal yang sifatnya kelamaan melainkan kepada hal yang sudah membaru.Oleh karena itu, dalam menentukan tipologi manusia, paham lama masih cenderung pada kaitannya dengan jasmani.Sedangkan, aliran modern pada rohani.

Tipologi manusia yang didasarkan pada komdisi tubuh manusia antara lain diemukakan oleh Lavater dan Gasper Lavater(1741-1801). Lavater mengatakan bahwa “tubuh yang gemuk biasanya mempunyai tipe tenang dan sabar, sedangkan mereka yang bertubuh kecil biasanya memiliki tipikal yang lincah dan tidak sabar”. Lebih jauh, ia juga mengemukakan ilmu tentang wajah. Dahi dan alis mata, menurutnya dapat memberikan indikasi-insikasi tertentu mengenai inteligensi seseorang. Sedangkan hidung dan pipi mencerminkan kehidupan moral dan emosional.Mulut dan dagu mencerinkan kehidupan yang masih animal dan mata mencerminkan segenap kehidupan psikisnya.Selain itu juga ada tipologi berdasarkan cairan-cairan dalam tubuh seperti sel darah merah. Lalu dengan itu seorang pakar tokoh menyebutkan ada empat tipe manusia, yaitu sanguinius, melankholis, kholerikus dan flegmatikus

Ada juga manusia yang digolongkan berdasarkan aspek kejiwaan.Heyman membai tipe-tipe berdasarkan aspek kejiwaannya, yaitu manusia ekonomi, politik, social, pengetahuan, seni, dan agama.Manusia ekonomi adalah manusia yang suka bekerja, suka mengumpulkan harta dan kikir.Manusia politik adalah manusia yanag memiliki sifat ingin berkuasa, tidak igin kaya tetapi ingin mengatur atau leuluasa mengatur. Manusia social adalah manusia yang memiliki sifat rela berkorban , tanggap terhadap apa yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, suka bergaul untuk kebaikan dan tidak sombong atau kikir. Manusia pengetahuan adalah orang yang memiliki sifat suka membaca, menulis, dan segala apapun yang bersifat ilmu atau pengeahuan sekalipun itu dari bahan kritikan orang lain. Manusia seni adalah manusia yang gemar atau memiliki keunggulan dalam bidang keterampilan .dan manusia agama adalah manusia yang kurang mementingkan masalah didunia karena tidak ingin kaya dan hanya memberikan waktunya yang lebih banyak kepada Sang Pencipta-Nya untuk mengabdikan diri .


1.      KAITAN MANUSIA DENGAN BUDAYA

Manusia dan kebudayaan memiliki ikatan yang tidak dapat di pisahkan di dalam kehidupan.Manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna, karena memiliki akal dan budi. Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri dan saling bergantung satu sama lain. Manusia menciptakan kebudayaannya sendiri dan melestarikannya secara turun temurun.Kebudayaan tercipta berdasarkan kejadian dan kegiatan manusia dalam kehidupan sehari-harinya yang di alami.Gagasan atau pikiran manusia merupakan wujud kebudayaan yang bersifat abstrak dan berpusat pada kepala-kepala manusia yang menganutnya.Bila warga masyarakat tadi menyatakan gagasan mereka dalam tulisan, maka kebudayaan tersebut berupa karangan dan buku-buku karya warga masyarakat yang menulisnya. Manusia menciptakan kebudayaan dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan akan mengatur hidup manusia. Pada kondisi sekarang ini kita tidak dapat membedakan mana yang terlebih dulu muncul antara manusia dan kebudayaan
Seperti yang diterangkan di atas, bahwa manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini.Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna diantara mahluk organisme serta anorgainisme dapat menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari hari yang mereka lakukan dalam keseharian sebagai ciri yang khas, dan juga dari kejadian – kejadian yang sudah diatur oleh Sang Pencipta.Kebudayaan berasal dari kata budaya yang berarti hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Definisi Kebudyaan itu sendiri adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat konkret atau nyata. Namun kebudayaan juga dapat kita nikmati dengan panca indera kita seperti yang kita dapat rasakan dan sudah dijelaskan.Lagu, tari, dan bahasa merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang dapat kita rasakan.
Di dalam hidup manusia secara tidak langsung akan selalu menggunakan akal nya untuk bertahan dalam kondisi kebudayaannya. Karena manusia adalah pencipta serta penikmatnya sendiri dalam panca indera misalnya.Oleh karena itu kaitan mausia dengan budaya sangatlah berpengaruh besar.Dengan berbudaya maka kita berarti memiliki suatu ciri khas yang nantinya berbeda dengan daerah yang ada di dalam bumi atau atas bumi ini. Dengan seperti ini maka diartikan bahwa budaya mengubah cara kita untuk berperilaku dan bertindak. Lalu dengan adanya budaya menjadikan kita belajar meluas dan berinteraksi.Dengan seperti ini juga budaya menjadikan masyarakat lebih menyatu dalam berperilaku.
Di dunia sosiologi manusia dengan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal,maksudnya walaupun keduanya berbeda tetapi merupakan satu kesatuan yang butuh,ketika manusia menciptakan kebudayaan,dan kebudayaan itu tercipta oleh manusia juga. Maka dari hal seperti ini juga tidak dapat membedakan manakah yang terlahir duluan diantara manusia dengan kebudayaan. Secara sederhana hubungan antara manusia dengan kebudayaan ketika manusia sebagai perilaku kebudayaan,dan kebudayaan tersebut merupakan objek yang dilaksanakan sehari-hari oleh manusia.dari sisi lain hubungan antara manusia dan kebudayaan juga dapat dipandang setara atau sama dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya saling terkait anatara manusia dan kebudayaan.prosesnya meliputi, Eksternalisasi yaitu proses dimana manusia membangun dan mengekspresikan dirinya dengan cara membangun dunianya. Eksternalisasi, yaitu dimana masyarakat menjadi realitas obyektif.Dan terakhir adalah Internalisasi, yaitu dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia.
Kebudayaan Indonesia sangat beraneka ragam.Sehingga menjadikan bangsa Indonesia memiliki sub-kultur yang beragam. Sub kultur adalah dimana kebudayaan yang banyak sehingga sedikit berbeda dengan hal perilakunya dan kebudayaan induknya. Munculnya sub-kultur disebabkan dari banyak ras, perbedaan umur, kepercayaan dan lain-lain.contoh hubungan antara manusia dengan kebudayaan juga bisa seperti kebudayaan khusus dengan suatu daerah(kedaerahan). Dengan keragaman yang ada di Indonesia, masyarakat menjadi lebih memiliki keberanian untuk menujukan jati diri atau ke-khasan yang dimiliki oleh dirinya sebagai masyarakatnya sendiri.Kebutuhan manusia dengan budaya juga bisa diartikan sebagai penyaluran inspirasi karna sebenarnya budaya itu diciptakan darimanusia itu sendiri.
Manusia juga harus bersosialisasi dengan lingkungan, yang merupakan pendidikan awal dalam suatu interaksi sosial.Hal ini menjadikan manusia harus mempunyai ilmu pengetahuan yang berlandaskan ketuhanan.Karena dengan ilmu tersebut manusia dapat membedakan antara yang hak dengan yang bukan hak, antara kewajiban dan yang bukan kewajiban.Sehingga norma-norma dalam lingkungan berjalan dengan harmonis dan seimbang.Agar norma-norma tersebut berjalan haruslah manusia di didik dengan berkesinambungan. Dengan cara masing- masing yang harus kita hormati sebgai pemandang yang lain. Contohnya pendidikan serta ilmu-ilmu kebaikan untuk berkehidupan sehari-hari.Dengan seperti itu perkembangan budaya tidak hanya ada didalam daerah yang menyempit alias hanya disitu saja berkembangnya.Bukan hanya dengan berharap tetapi juga berusaha merubah dan mengembangkannya.

Budaya dengan manusia juga berbaur dalam hal ilmu pengetahuan untuk lebih baik lagi arahnya.Pendidikan sebagai hasil kebudayaan haruslah dipandang sebagai “motivator” terwujudnya kebudayaan yang tinggi. Selain itu pendidikan haruslah memberikan kontribusi terhadap kebudayaan, agar kebudayaan yang dihasilkan memberi nilai manfaat bagi manusia itu sendiri khususnya maupun bagi bangsa pada umumnya.Dengan demikian dapat kita ketahui bahwa kualitas manusia di suatu negara akan menentukan kualitas kebudayaan dari suatu negara tersebut, begitu pula pendidikan yang tinggi akan menghasilkan kebudayaan yang tinggi. Karena kebudayaan adalah hasil dari pendidikan suatu bangsa.Sehingga kita sebagai bangsa Indonesia dan generasi penerus harus mau dan berani untuk mengubah diri kearah yang lebih baik.

Budaya sebagai sistem gagasan menjadi pedoman bagi manusia dalam bersikap dan berperilaku. Seperti apa yang dikatakan Kluckhohn dan Kelly bahwa “Budaya berupa rancangan hidup” maka budaya terdahulu itu merupakan gagasan prima yang kita warisi melalui proses belajar dan menjadi sikap perilaku manusia berikutnya yang kita sebut sebagai nilai budaya.Berdasarkan penjelasan tersebut, kaitan antara manusia dan kebudayaan manusia adalah kebudayaan adalah hasil dari ide, gagasan dan pemikiran baik nyata ataupun abstrak dan juga sebagai rancangan hidup masa depan.. Jadi dapat diartikan pula bahwa semakin tinggi tingkat kebudayaan manusia, semakin tinggi pula tingkat pemikiran manusia tersebut.Dan kebudayaan itu digunakan untuk melangsungkan kehidupan bermasyarakat antar manusia karena sifat manusia yaitu makhluk sosial yaitu manusia tidak dapat hidup sendiri melainkan harus hidup dengan manusia lainnya.

Tentu dengan adanya kaitan manusia dengan budaya menjadikan masyarakat memiliki perwujudan yang mereka rasakan sebagai kebahagiaan telah memiliki kebudayaan.Dengan itu maka manusia sebagai makhluk yang paling sempurna bila dibanding dengan makhluk lainnya, mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk mengelola bumi beserta kebudayaan disetiap masyarakat yang berbeda.Oleh karena itu untuk menjadi manusia yang berbudaya, harus memiliki ilmu pengetahuan, tekhnologi, budaya dan industrialisasi serta akhlak yang tinggi (tata nilai budaya) sebagai suatu kesinambungan yang saling bersinergi.Maksudnya adalah untuk menjadikan budaya yang terjaga, budaya yang selalu dijunung tinggi di daerahnya, di dalam masyarakat ataupun di luar daerah masyarakat tersebut.

Hogman dalam bukunya “The World of Man” membagi budaya dalam tiga wujud yaitu, ideas,activities, dan artifacts. Sedangkan Koencaraningrat, dalam buku “Pengantar Antropologimenggolongkan wujud budaya menjadi, Suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan dan sebagainya.Sebagai suatu kompleks aktifitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat. Sebagai benda-benda hasil karya manusia. Berdasarkan bentuknya, budaya dapat dibagi menjadi 2 yaitu budaya yang bersifat abstrak dan budaya yang bersifat konkret atau nyata. Budaya yang bersifat abstrak: budaya yang tidak dapat dilihat secara kasat mata karena bearada dalam pemikiran manusia. Contohnya yaitu ide, gagasan, cita-cita dan lain sebagainya. Dan budaya yang bersifat konkret: budaya yang berpola dari tindakan atau peraturan dan aktivitas manusia di dalam masyarakat yang dapat diraba, dilihat, diamati, disimpan atau diphoto. Koencaraningrat menyebutkan sifat budaya dengan sistem sosial dan fisik, yang terdiri atas: perilaku, bahasadan materi.

Dalam hubungannya dengan lingkungan, manus
ia merupakan suatu oganisme hidup (living organisme). Terbentuknya pribadi seseorang dipengaruhi oleh lingkungan bahkan secara ekstrim dapat dikatakan, setiap orang berasal dari satu lingkungan, baik lingkungan vertikal (genetika, tradisi), horizontal (geografik, fisik, sosial), maupun kesejarahan. Saat seoang bayi lahir, ia merasakan perbedaan suhu dan kehilangan energi, dan oleh kaena itu ia menangis, menuntut agar perbedaan itu berkurang dan kehilangan itu tergantikan. Dari sana timbul anggapan dasar bahwa setiap manusia dianugerahi kepekaan (sense) untuk membedakan (sense of discrimination) dan keinginan untuk hidup. Untuk dapat hidup, ia membutuhkan sesuatu. Alat untuk memenuhi kebutuhan itu bersumber dari lingkungan.
Oleh karena itu lingkungan mempunyai pengaruh besar terhadap manusia itu sendiri.Maka ini juga diartikan sebagai kaitan manusia dalam kebudayaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar